Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

RI Hapus PSC Biar Tiket Pesawat Murah, Apa Bedanya dengan Airport Tax?

PSC berguna untuk menutupi biaya pengelolaan bandara udara yang biaya operasinya tidak kecil. Dana tersebut pun diberikan kepada pengelola bandara bukan ke maskapai.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  15:16 WIB
Suasana terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (15/5/2020) siang, tampak sepi setelah sempat terjadi antrean penumpang tanpa jarak yang berisiko terjadi penularan Covid-19 pada Kamis (14/5/2020) pagi. JIBI - Bisnis/Abdul Azzam
Suasana terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (15/5/2020) siang, tampak sepi setelah sempat terjadi antrean penumpang tanpa jarak yang berisiko terjadi penularan Covid-19 pada Kamis (14/5/2020) pagi. JIBI - Bisnis/Abdul Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah beri stimulus menggratiskan passenger service charge (PSC) atau tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) di bandara untuk menurunkan harga tiket. Lalu, apa sebenarnya PSC itu?

Anggota Ombudsman sekaligus pemerhati penerbangan Alvin Lie menjelaskan bahwa PSC yang bernama resmi PJP2U merupakan pungutan yang dilakukan oleh pengelola bandara terhadap pengguna transportasi udara.

"Saya meluruskan PJP2U itu retribusi bandara bukan pajak, bukan pula airport tax. PSC ini biaya yang dibayar pengguna transportasi udara untuk fasilitas-fasilitas yang digunakan di bandara," ujarnya, Jumat (23/10/2020).

Dia menjelaskan ketika penumpang membeli tiket kontrak yang dibentuk dari pembelian tersebut hanya antara penumpang dan pengangkut udaranya, padahal pesawat itu bersandarnya di bandara. Jadi, proses di bandara itu tidak termasuk di harga tiket sehingga ketika akan berangkat masih dipungut PSC itu.

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara (KP) No.12/2015 tentang pembayaran PSC disatukan dengan tiket penumpang pesawat udara, beban pembayaran pungutan bandara ini disatukan dalam harga tiket penumpang.

Lebih lanjut, ketika pemerintah memberi insentif berupa penghapusan PSC di 13 bandara artinya pungutan ini dihilangkan dari harga tiket penumpang. Hal ini yang kemudian membuat tiket penerbangan dapat terlihat lebih murah.

Alvin menegaskan pembayaran PSC hanya dilakukan untuk fasilitas bandara keberangkatan, sementara di bandara kedatangan tidak bayar.

"Seperti pos, pengirim bayar perangko, yang dapat uang kantor pos pengirim, yang menerima itu tidak dapat biaya. Bandara keberangkatan dapat pendapatan basis, sementara kedatangan tidak dapat apa-apa," katanya.

PSC berguna untuk menutupi biaya pengelolaan bandara udara yang biaya operasinya tidak kecil. Dana tersebut pun diberikan kepada pengelola bandara bukan ke maskapai.

"Kita hanya lihat gedung terminal, ada biaya listrik, kebersihan, AC, dan lain-lain, yang tidak kasat mata biaya pengelolaan lingkungan, kita masuk bandara itu meninggalkan limbah juga, jalan akses, itu ada biayanya," katanya.

PSC ini dipungut di seluruh bandara secara internasional, semua negara menerapkan kebijakan ini. Adapun biasanya penerbangan internasional menerapkan tarif PSC lebih tinggi dari domestik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tiket pesawat bandara airport tax
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top