Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Otomotif Terperosok, Produksi Ban 2020 Mengempis

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meramalkan produksi industri ban pada 2020 akan turun. Pasalnya, Kemenperin mencatat utilisasi industri ban nasional berada di bawah 50 persen selama hampir 1 semester.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  08:14 WIB
Aktivitas pekerja di pabrik ban PT Gajah Tunggal Tbk. - gt/tires.com
Aktivitas pekerja di pabrik ban PT Gajah Tunggal Tbk. - gt/tires.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meramalkan produksi industri ban pada 2020 akan turun. Pasalnya, Kemenperin mencatat utilisasi industri ban nasional berada di bawah 50 persen selama hampir 1 semester.

Dewan Karet Indonesia (Dekarindo) mendata total produksi ban kendaraan bermotor mencapai 150,2 juta unit pada 2019 dengan utilisasi pabrikan mencapai 85,13 persen. Adapun, kapasitas terpasang industri ban nasional mencapai 238,6 juta unit per tahun.

"[Secara] persentase [volume produksi] turunnya sekitar 30 persen. [Volume produksi] yang anjlok itu kemungkinan di [ban kendaraan bermotor] roda 2 dan roda 4," kata Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kemenperin Muhammad Taufik kepada Bisnis, Rabu (21/10/2020).

Taufik menilai jatuhnya produksi ban didorong oleh rendahnya serapan kendaraan bermotor di pasar. Menurutnya, penurunan produksi ban kendaraan bermotor akan mengikuti penurunan serapan kendaraan bermotor di pasar atau sekitar 60 persen secara tahunan.

Taufik mendata utilisasi industri ban nasional berada di kisaran 30-40 persen selama Maret-Juli 2020. Adapun, angka tersebut naik ke kisaran 60-70 persen per Agustus 2020 saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai dilonggarkan.

Pada akhir Agustus 2020, Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) mendata ada 18 pabrik ban dari 19 industri ban di dalam negeri tetap melakukan proses produksi, namun sesuai dengan permintaan di pasar. Dengan kata lain, industri ban nasional tidak lagi mengisi gudang-gudang industri maupun peritel.

"Pabrik hanya buat ban pesanan, karena dari pemesanan itu akan dibayar secara cash. Jangan kita berandai-andai, sudah berat kali ini," ucap Ketua Umum APBI Azis Pane kepada Bisnis, belum lama ini.

Azis menyatakan pabrikan ban pada awal September 2020 telah menambah shift menjadi tiga regu dari posisi bulan lalu sebanyak dua shift. Menurutnya, satu-satunya katalis yang bisa membuat industri ban nasional kembali bergairah adalah penemuan vaksin Covid-19.

Pabrik Ban di Indonesia

- PT Goodyear Indonesia Tbk - Ban Luar Passanger
- PT Gadjah Tunggal - Produsen Ban Luar Mobil
- PT Industri Karet Deli – Pabrik Ban Luar Industrial
- PT Abs Raya Rubber Works – Memproduksi Ban Luar Sepeda
- PT Intirub – Produsen Ban Luar Light Truck
- PT Inoue Rubber Indonesia - Ban Luar Sepeda
- P United King Land – Perusahaan Ban Dalam Sepeda Motor
- PT Ariga Mira – Produksi: Ban Luar Sepeda
- PT Banteng Pratama - Ban Luar Sepeda
- PT Branta Mulia Tbk - Ban Luar Mobil
- PT Hung A Indonesia - Ban Luar Sepeda
- PT Suryaraya Rubberindo Industries - Ban Luar Motor
- PT Oraban Perkasa - Ban Luar Sepeda
- PT Elang Perdana Tyre Industry - Ban Luar Mobil Truck
- PT Summi Rubber Indonesia - Memproduksi Ban Luar Sepeda
- PT Pumas Rotua Gemilang - Powdered Rubber
- PT Mega Rubber Factory - Ban Luar Mobil
- PT Mega Safe Tyre Industry - Ban Luar Mobil
- PT Bintang Timur - Ban Luar Sepeda / Flap
- PT Sumber Rubberindo Jaya - Ban Luar Mobil,
- PT Sehat Komodo - Ban Luar Sepeda
- CC Sehat Segar Sejahtera – Produksi: Ban Dalam Sepeda

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pabrik ban Penjualan Mobil
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top