Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AirAsia X Bakal Likuidasi Bisnis di Indonesia, Ada Apa?

Langkah tersebut dilakukan di tengah rencana restrukturisasi AirAsia X untuk membayar utang senilai 63,5 miliar ringgit (US$15,3 miliar) dan menyelamatkan usaha dari kehancuran.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 Oktober 2020  |  13:40 WIB
Armada AirAsia parkir di Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA 2) di Sepang, Malaysia, Senin (24/8/2020). - Bloomberg/Samsul Said
Armada AirAsia parkir di Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA 2) di Sepang, Malaysia, Senin (24/8/2020). - Bloomberg/Samsul Said

Bisnis.com, JAKARTA - AirAsia X Berhad akan menjalankan proses likuidasi unit usahanya di Indonesia dalam upaya untuk bertahan dari pandemi virus corona yang hampir mengikis habis operasional perusahaan.

Dilansir dari Bloomberg, deputy chairman Air Asia X, Lim Kian Onn, mengatakan lini bisnis Grup AirAsia yang melayani penerbangan jarak jauh ini juga telah menghapus bukukan 49 persen sahamnya di Thai AirAsia X.

Upaya tersebut dilakukan di tengah rencana restrukturisasi AirAsia X untuk membayar utang senilai 63,5 miliar ringgit (US$15,3 miliar) dan menyelamatkan usaha dari kehancuran. Sebelum dilaksanakan, proposal tersebut membutuhkan persetujuan dari investor dan kreditor.

Lim mengakui proses negosiasi awal dengan kreditor sulit dilakukan karena mereka kecewa terhadap langkah perusahaan. Mereka meminta persyaratan yang lebih baik, termasuk ekuitas gratis untuk hutang yang dihapuskan. Namun, hal ini tidak mungkin dipenuhi oleh maskapai penerbangan.

Meski begitu, Lim mengatakan mereka semua benar-benar ingin mencari jalan tengah guna menyelamatkan maskapai. "Tidak ada yang bisa mendapatkan keuntungan dari penutupan usaha kami," katanya kepada The Star, seperti dikutip Bloomberg.

Maskapai ini berencana untuk melanjutkan penerbangan pada kuartal pertama, 2021, meskipun prosesnya masih fleksibel.

Jika rencana penyelamatan mendapat persetujuan, perusahaan harus menegosiasikan kembali setiap kontrak dan akan melakukan yang terbaik untuk menjaga kepentingan semua pemangku kepentingan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airasia maskapai penerbangan
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top