Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Move on dari Bisnis Maskapai, Mampukah Aplikasi Super AirAsia Bertahan?

Transformasi digital untuk menjadi lebih dari sekedar maskapai ini sudah ditandai dengan perubahan tampilan dan identitas brand di situs dan aplikasi, dari yang awalnya dikenal dengan AirAsia dan Now Everyone Can Fly menjadi menjadi airasia.com dan For Everyone.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  00:50 WIB
Armada AirAsia parkir di Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA 2) di Sepang, Malaysia, Senin (24/8/2020). - Bloomberg/Samsul Said
Armada AirAsia parkir di Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA 2) di Sepang, Malaysia, Senin (24/8/2020). - Bloomberg/Samsul Said

Bisnis.com, JAKARTA – AirAsia meyakini bisnis digital dan bisnis maskapainya akan berjalan saling terintegrasi dalam model bisnis Online Travel Agent (OTA) yang lebih komprehensif setelah bertransformasi meninggalkan slogan dan logo lamanya.

Transformasi digital untuk menjadi lebih dari sekedar maskapai ini sudah ditandai dengan perubahan tampilan dan identitas brand di situs dan aplikasi, dari yang awalnya dikenal dengan AirAsia dan Now Everyone Can Fly menjadi menjadi airasia.com dan For Everyone.

CEO AirAsia Group Tony Fernandes mengatakan sejauh ini perusahaan tak pernah meminta bailout yakni bantuan keuangan kepada negara ketika berada di ambang kegagalan atau kebangkrutan seperti yang dilakukan perusahaan maskapai lainnya. Oleh karena itu, Tony menekankan perusahaan tetap akan melanjutkan bisnis digital dari aplikasi supernya dengan permulaan sumber data masif yang dimiliki oleh bisnis maskapai sebelumnya.

Sehingga bisnis digital ini tidak membangun sumber datanya sendiri tetapi tetap bisa bergerak secara mandiri. Keduanya pun kini menjadi bisnis yang terintegrasi.

“Saat ini tingkat pertumbuhan dari sisi maskapai memang standar saja tetapi tingkat permintaan akan tetap ada ketika pembatasan wilayah dilonggarkan. Jadi kami juga masih percaya selama enam bulan kedepan, industri perjalanan akan masuk ke level yang baru,” jelasnya dalam jumpa pers virtual pada Selasa (13/10/2020).

Maskapai bertarif hemat tersebut secara sadar menyiapkan diri dalam menghadapi tantangan di dunia baru selama pandemi ini. Pihaknya memang harus menunggu dengan sabar hingga pembatasan antar wilayah kembali dibuka.

Tony juga berpendapat bisnis perjalanan mungkin tak akan sama lagi seperti pada level sebelum Covid-19. Kondisi itu serupa seperti yang dialami setelah kasus 11 September. Dia meyakini sejumlah regulasi yang ketat pasti masih akan diterapkan.

Senada, CEO Airasia.com Karen Chan juga meyakini kedua bisnis tersebut akan saling melengkapi satu sama lain. Karen menyebut bisnis model ini seperti lazimnya online travel agent (OTA). Bisnis modelnya adalah menetapkan pricing (tarif) yang kompetitif dan menghubungkannya dengan agregator lainnya seperti hotel.

Pihaknya pun memiliki keuntungan tersendiri dengan ditopang oleh pricing yang dinamis dalam jadwal penerbangannya. Alhasil Airasia tetap dapat mengoptimalkan tingkat keterisian maskapai dengan menyesuaikan jadwal dan pricing yang sesuai dengan akomodasi hotel.

“Kami tetap menjadi maskapai tetapi saat ini dalam darah (DNA) maskapai memang diwarnai tantangan. Sehingga inilah yang kami maksud dengan menjadi airasia.com. Untuk itu kami akan menjadi platform OTA yang paling lebih baik dibandingkan dengan yang lainnya,”jelasnya.

Saat ini airasia.com merupakan sebuah platform yang menghadirkan layanan traveling, e-commerce, dan fintech dalam satu pintu dengan lebih dari 15 lini produk yang tersedia secara online maupun melalui aplikasi super. Dengan kekuatan data dan teknologi, airasia.com mendayagunakan ekosistem digitalnya yang terdiri dari 75 juta pengguna dan 40 juta unduhan aplikasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi airasia maskapai penerbangan
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top