Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemendag Dorong Industri Perhotelan Jadi Off Taker Produk UMKM

Kemendag berupaya mendorong sektor perhotelan untuk bisa membeli produk-produk pelaku UMKM yang diperlukan agar bisa meningkatkan perekonomian.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  18:40 WIB
Pengunjung menikmati pemandangan di salah satu hotel yang kini tingkat hunian atau okupansinya mulai meningkat di Malang, Jawa Timur, Senin (17/12/2018). - ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Pengunjung menikmati pemandangan di salah satu hotel yang kini tingkat hunian atau okupansinya mulai meningkat di Malang, Jawa Timur, Senin (17/12/2018). - ANTARA/Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, JAKARTA - Penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan sejumlah pihak untuk mendorong perekonomian UMKM diharapkan terimplemantasi dengan baik.

Kerja sama tersebut dilakukan antara Kemendag, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan perusahaan perhotelan global, yakni ACCOR.

Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra, ACCOR dan seluruh jejaring hotel yang dimiliki akan menjadi off taker membeli produk-produk pelaku UMKM yang diperlukan serta telah terkurasi

"Termasuk jejaring yang berada di Bali, Surabaya, Semarang, Solo, Jakarta, dan Yogyakarta," ujar Syailendra dalam acara penandatangan MoU yang disiarkan secara daring dari Semarang, Kamis (15/10/2020).

Sementara PT BNI, lanjutnya, akan memberikan fasilitas permodalan dan pembinaan kepada UMKM yang bermitra dengan ACCOR, sedangkan Aprindo memasarkan produk-produk UMKM ke seluruh wilayah lewat jejaring ritel yang dimiliki asosiasi tersebut menggunakan teknologi Gojek.

"Sesuai dengan arahan Presiden [Joko Widodo], program harus dipastikan tidak hanya terkirim, tapi juga sampai," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan MoU tersebut bertujuan menyerap produk-produk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sehingga meningkatkan perputaran uang di sektor yang merupakan kontributor atas produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 60 persen.

"UMKM berkontribusi 60 persen terhadap PDB serta menyerap 95 persen tenaga kerja informal. Sayangnya, banyak UMKM yang belum menangkap peluang dari teknologi daring untuk menyerap konsumsi dalam negeri," ujar Agus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendag
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top