Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

SPAM Pekanbaru Ditargetkan Masuk Penyelesaian Pembiayaan di Akhir 2020

Proyek SPAM Pekanbaru diharapkan bisa melayani 62.000 sambungan rumah dengan estimasi penyerapan penuh pada 2028. Pembangunan SPAM itu diharapkan juga bisa mengatasi kendala minimnya pasokan air untuk beberapa wilayah.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  06:50 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (15/11/2018). - ANTARA/Zabur Karuru
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (15/11/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA – Proyek dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pekanbaru ditargetkan bakal sampai pada tahapan penyelesaian pembiayaan atau financial close pada akhir tahun ini.

Andre Permana Direktur Eksekutif Bisnis PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) mengatakan SPAM Pekanbaru menjadi salah satu proyek KPBU yang ditargetkan mendapatkan penjaminan perseroan di tahun ini.

"SPAM Pekanbaru saat ini prosesnya masuk finalisasi lelang, rencananya target proyek ini bisa financial close akhir tahun ini, kalau dari sisi kami sebagai perusahaan penjaminan ini menyesuaikan dengan proses KPBU nya," ujarnya dalam kegiatan media visit virtual ke redaksi Bisnis Indonesia, Senin (12/10/2020).

Andre menjelaskan pihaknya saat ini melihat bagaimana proses proyek ini bisa dikonfirmasi memenuhi kelayakan untuk dibangun termasuk dari sisi finansial.

Pihaknya telah berkoordinasi aktif dengan berbagai pihak terkait seperti Kementerian PUPR, dimana penanggung jawab proyek kerjasama (PJPK) SPAM Pekanbaru ini adalah Direktur PDAM Kota Pekanbaru, serta pemda setempat.

Koordinasi yang dilakukan misalnya tentang dukungan fiskal proyek, seperti oleh Kemenkeu lewat skema dukungan kelayakan atau viability gap fund (VGF) yang telah disetujui. Kemudian dari pemkot setempat juga telah mendapatkan dukungan berupa peraturan daerah, serta anggaran dana cadangan.

Adapun menurut catatan Bisnis pada Agustus 2019 lalu, PDAM Kota Pekanbaru telah mengumumkan enam konsorsium peserta lelang SPAM Pekanbaru yang telah lulus tahapan prakualifikasi proyek senilai Rp750 miliar tersebut.

Pertama konsorsium Manylad, Moy, dan Elnusa; kedua, KSO (kerja sama operasi) PT Adhya Tirta Batam dan PT Bangun Cipta Kontraktor;  ketiga, Konsorsium PT Krakatau Tirta Industri, PT Brantas Abipraya, PT Rukun Raharja; keempat, Konsorsium PT Metito Indonesia, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Yang kelima adalah Konsorsium PT PP Infrastruktur, PT Memiontec Indonesia, PT Envitech Perkasa; dan keenam, Konsorsium Manila Water Inc. bermitra dengan PT Indah Karya (Persero) dan Sarana Tirta Ungaran.

Rencananya proyek SPAM Pekanbaru akan menggabungkan rehabilitasi dan pembangunan jaringan baru.

Nantinya, investor akan ditawarkan untuk merehabilitasi jaringan yang sudah ada (rehabilitate, operate & transfer) kapasitas 500 liter per detik.

Selanjutnya, jaringan baru harus dibangun oleh investor dengan kapasitas 250 liter per detik. Pembangunan dilakukan lewat skema bangun, operasi, dan serah (build, operate & transfer/BOT).

Proyek SPAM Pekanbaru diharapkan bisa melayani 62.000 sambungan rumah dengan estimasi penyerapan penuh pada 2028. Pembangunan SPAM itu diharapkan juga bisa mengatasi kendala minimnya pasokan air untuk beberapa wilayah.

SPAM Kota Pekanbaru mengalirkan manfaat bagi masyarakat tersebar 7 Kecamatan dari 31 kelurahan yaitu Kecamatan Senapelan, Kecamatan Lima puluh, Kecamatan Pekanbaru Kota, Kecamatan Sail, Kecamatan Bukit Raya, Kecamatan Sukajadi, Kecamatan Payung Sekaki.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sistem penyediaan air minum (spam)
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top