Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Komentar SKK Migas Terkait dengan Harga Minyak

Berdasarkan analisis sejumlah analis harga minyak tahun ini masih diprediksi menunjukkan peningkatan walau akan bergerak secara lambat.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 08 Oktober 2020  |  17:21 WIB
Ilustrasi harga minyak mentah turun - Antara
Ilustrasi harga minyak mentah turun - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi masih belum menentukan pengaruh penurunan harga minyak yang kembali terjadi.

Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Susana Kurniasih mengatakan bahwa kendati pergerakan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) kembali di bawah US$40 per barel, pihaknya masih melihat tren ke depannya.

Menurutnya, berdasarkan analisis sejumlah analis harga minyak tahun ini masih diprediksi menunjukkan peningkatan walau akan bergerak secara lambat.

Berdasarkan data Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, rata-rata ICP dari Januari 2020—September 2020 bergerak di bawah level US$40 per barel yakni US$39,80 per barel.

"Jadi, masih terlalu awal memastikan apakah penurunan harga yang saat ini terjadi akan berpengaruh pada realisasi investasi," katanya kepada Bisnis, Kamis (8/10/2020).

Susana menuturkan pergerakan harga minyak dampaknya bisa kepada seluruh aspek yang ada di hulu migas bergantung pada berapa lama tren harga tersebut terjadi.

Jika pergerakan pelemahan harga minyak hanya sebentar, pengaruhnya hanya terbatas. Namun, apabila berlangsung lama, hal itu akan berdampak kepada realisasi investasi, penerimaan negara, dan juga kontraktor.

"Faktor harga itu salah satu faktor utama untuk menentukan besaran penerimaan," jelasnya.

Sebelumnya, Tim Harga Minyak Indonesia melaporkan ICP September turun sebesar US$4,2 per barel menuju level USS$37,43 per barel dari ICP Agustus yaitu US$41,63 per barel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top