Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Realisasi Anggaran 4 Program PEN Capai 56 Persen

Berdasarkan catatan Satgas PEN, realisasi anggaran seluruh program meningkat secara bertahap sejak pekan terakhir Juli 2020. Hal ini terkecuali Pembiayaan Korporasi yang belum berjalan.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 07 Oktober 2020  |  17:27 WIB
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki - Antara/Indrianto Eko Suwarso
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki - Antara/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional menyampaikan bahwa 4 program penanganan dampak pandemi telah menyerap 56 persen  total anggaran.

Program dimaksud adalah Perlindungan Sosial, UMKM, Sektoral K/L dan Pemda, serta Pembiayaan Korporasi.

Berdasarkan catatan Satgas PEN, realisasi anggaran seluruh program meningkat secara bertahap sejak pekan terakhir Juli 2020. Hal ini terkecuali Pembiayaan Korporasi yang belum berjalan.

“Kami berusaha keras supaya sampai akhir tahun 2020 seluruh dana PEN bisa kita salurkan,” kata Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual dari Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (7/10/2020).

Budi mengatakan peningkatan paling tinggi terjadi pada Perlindungan Sosial dan UMKM.

Per 30 September 2020, kedua program ini telah menyerap 77 persen dan 69 persen dari total pagu.

Satu program yang cukup kencang penyalurannya adalah Bantuan Presiden Produktif dan Modal Kerja.

Program yang menyasar usaha mikro dan kecil ini telah disalurkan kepada 9 juta penerima dalam kurun waktu kurang dari dua bulan setelah diluncurkan.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Mikro Teten Masduki mengatakan bahwa per 6 Oktober 2020 Banpres Produktif dan Modal Kerja telah terserap 100 persen. Program ini berdasarkan survei, paling tepat dan paling diminta para pelaku usaha.

Pasalnya, ujar Teten, modal para pelaku usaha mikro dan kecil mulai tergerus karena pendapatan berkurang.

“Tentu masih banyak usulan dari daerah, berbagai pihak, yang belum bisa kami penuhi karena memang estimasi kami UMKM yang unbankable itu lebih dari 20 juta orang,” kata Teten.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ukm teten masduki Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top