Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ESDM Dorong Industri Gunakan PLTS Atap

Guna mengejar target bauran EBT tersebut, salah satu prioritas pemerintah adalah mendorong pemanfaatan energi surya secara besar-besaran.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  15:37 WIB
Indonesia Power (IP) meresmikan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Kompleks Perkantoran Bali Power Generation Unit dengan total daya 226 kWp pada Senin (24/2). - Bisnis / Yanita Patriella
Indonesia Power (IP) meresmikan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Kompleks Perkantoran Bali Power Generation Unit dengan total daya 226 kWp pada Senin (24/2). - Bisnis / Yanita Patriella

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mendorong industri untuk memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya atap untuk pemenuhan energinya.

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM Harris mengatakan bahwa partisipasi industri dalam pemanfaatan PLTS atap akan membantu pencapaian target bauran energi baru terbarukan (EBT) 23 persen pada 2025.

"Saat ini target untuk mencapai EBT 23 persen masih ada gap yang cukup besar. Kita baru capai sekitar 9,15 persen dari target 23 persen," ujar Harris dalam acara peresmian pemanfaatan PLTS di pabrik Danone-AQUA di Klaten secara daring, Selasa (6/10/2020).

Guna mengejar target bauran EBT tersebut, salah satu prioritas pemerintah adalah mendorong pemanfaatan energi surya secara besar-besaran. Tidak hanya melalui PLTS atap, tetapi juga pembangunan PLTS utility scale. Hingga 2024—2025, pemerintah menargetkan terdapat tambahan PLTS sekitar 2.000 MW.

Pemerintah juga mendorong industri untuk memanfaatan PLTS atap.  

Harris mencontohkan beberapa industri yang telah memanfaatkan PLTS atap, antara lain  PT Coca-Cola Amatil Indonesia yang memasang PLTS atap di pabriknya di Cikarang Barat dengan kapasitas 7,34 megawatt peak (MWp) dan PT Tirta Investama (Danone Aqua) di Klaten, Jawa Tengah dengan kapasitas 2,91 MWp.

Harris berharap agar ke depan makin banyak industri yang memanfaatkan PLTS atap mengingat harganya semakin turun dan pembangunannya membutuhkan waktu yang singkat.  

"Kami harapkan nantinya banyak perusahaan lain berkomitmen dan mengimplementasikan EBT dalam penyediaan energinya, terutama menggunakan PLTS atap," katanya.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, per Juni 2020 kapasitas terpasang dari PLTS atap sudah mencapai 11,5 megawatt (MW) dari total 2.346 pelanggan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

plts
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top