Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AirNav Indonesia Tuntaskan Efisiensi Rute Penerbangan Tahun Depan

AirNav Indonesia sedang melakukan efisiensi beberapa rute penerbangan agar lebih efektif dan efisien hingga tahun depan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 02 Oktober 2020  |  19:17 WIB
Caption: Seorang pegawai AirNav sedang mengamati pergerakan pesawat di Air Traffic Controller Working Positions Bandara Supandio Pontianak - Bisnis.com/Rio Sandy Pradana.
Caption: Seorang pegawai AirNav sedang mengamati pergerakan pesawat di Air Traffic Controller Working Positions Bandara Supandio Pontianak - Bisnis.com/Rio Sandy Pradana.

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia sedang menyelesaikan rute berbasis satelit (performance based navigation/PBN) fase II dengan jarak tempuh lebih pendek hingga tahun depan.

Manager Hubungan Masyarakat AirNav Indonesia Yohanes Sirait mengatakan telah menyusun langkah strategis dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada dengan optimal serta pertimbangan efisiensi dan efektivitas untuk tahun depan.

Saat ini, lanjutnya, AirNav Indonesia sedang menyelesaikan PBN Route Phase II, untuk Rute Sumatra, Kalimantan, sulawesi, dan Papua. Adapun, pada fase pertama telah membangun rute PBN Jawa - Bali, Jawa - Makassar.

“Momen pandemi ini kami gunakan juga untuk membuat langkah inovasi. Kami menerapkan UPR [used preferred route] bagi internasional flight, membuat rute berbasis satelit yaitu PBN dengan jarak tempuh lebih pendek. Hal ini akan mendukung efisiensi bagi maskapai,” jelasnya, Jumat (2/10/2020).

AirNav sebagai perum yang amanatnya melakukan pelayanan navigasi untuk menjamin keselamatan penerbangan juga ikut terimbas dengan penurunan pendapatan dari biaya navigasi pesawat.

Menurutnya, kondisi penerbangan saat ini menunjukkan bahwa penerbangan domestik masih berjalan pada kisaran 40 persen hingga 50 persen dari trafik normal. Sementara penerbangan internasional dan overflying berada pada kisaran antara 10 persen hingga 20 persen.

Kondisi ini menunjukkan penerbangan domestik lebih bertahan dibandingkan dengan penerbangan Internasional.

Dia meyakini selama masa pandemi ini pelayanan AirNav Indonesia relatif tidak ada penurunan pelayanan. Layanan navigasi, sebutnya, memiliki level keamanan yang harus terus dijaga dan tidak boleh turun sedikitpun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan AirNav
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top