Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IPC Siap Hubungkan Sistemnya ke Ekosistem Logistik Nasional

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC sudah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) agar sistem yang digunakan dapat terhubung.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  23:54 WIB
Ilustrasi - Pelabuhan Boom Baru Palembang yang dikelola oleh PT Pelindo II (Persero) atau IPC Cabang Palembang. Bisnis - Dinda Wulandari
Ilustrasi - Pelabuhan Boom Baru Palembang yang dikelola oleh PT Pelindo II (Persero) atau IPC Cabang Palembang. Bisnis - Dinda Wulandari

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC mengungkapkan seluruh BUMN operator pelabuhan tengah meningkatkan standar pelayanan agar dapat bersaing secara internasional. IPC pun tengah bersiap masuk menjadi bagian dari ekosistem logistik nasional atau National Logistic Ecosystem (NLE).

Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Ogi Rulino mengungkapkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) agar sistem yang digunakan oleh IPC dapat terhubung dengan NLE.

"Kami jadi bagian dari NLE, sistem kami bisa terhubung ke NLE, sehingga tidak ada repetisi yang tidak perlu, ada transparansi. Saat ini, kami sedang koordinasi dengan bea cukai, serta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) supaya kami fit in," jelasnya, Kamis (1/10/2020).

Lebih lanjut, dia menginginkan agar sistem yang tengah dikembangkan IPC yakni i-hub dapat saling berbicara dengan sistem NLE. Dengan demikian, sistem bisa tetap berjalan masing-masing, tetapi bisa saling terhubung satu sama lain.

"Kalau pakai sistem itu, luaran itu bisa jadi masukan sistem yang lain, data bisa mirroring, manifest IPC bisa ditransfer masuk ke kapal domestik dan proses seterusnya. Hal-hal itu yang jadi satu kesatuan," tuturnya.

Dengan DJBC sebagai penanggung jawab, IPC siap menjadi satu kesatuan dengan ekosistem digital yang dibangun pemerintah tersebut. Dengan begitu, data-data masuk ke satu sistem pelantar dapat dibagikan ke pelantar yang lain.

Lebih lanjut, dia menegaskan keluarga besar Pelindo yakni Pelindo I, II, III, dan IV tengah berkolaborasi menyiapkan pelabuhan utama di masing-masing wilayah. Dengan demikian, tak hanya berkontribusi dalam sistem, IPC juga membangun standar tingkat pelayanan yang memadai.

"Dengan begitu, perusahaan pelayaran dapat menurunkan kapal dengan ukuran yang lebih besar lagi. Ada penghematan luar biasa kalau pengelolaan pelabuhan domestik bisa dibuat lebih komprehensif lagi," ujarnya.

Secara teori, upaya menurunkan biaya logistik  membutuhkan setidaknya 5 hal yakni perbaikan regulasi, efisiensi value chain jalur darat, peningkatan pelabuhan, efisiensi maritime value chain, dan mengurangi ketidakseimbangan permintaan dan penawaran.

"Indonesia ada keinginan jadi maritim axis, mengurangi logistic cost, kami bicara ekosistem bukan hanya pelabuhan, pelabuhan itu hanya transit point, ada hinterland. Tidak akan ada kargo datang kalau industrinya tidak ada," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik pelindo ii ipc
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top