Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Komoditas Pangan Naik, Kemendag Beberkan Penyebabnya

Kementerian Perdagangan memastikan kondisi ketersediaan barang kebutuhan pokok relatif cukup dan aman tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  14:20 WIB
Ilustrasi kebutuhan pokok. - Bisnis
Ilustrasi kebutuhan pokok. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra mengatakan kenaikan harga untuk sejumlah komoditas pangan, seperti cabai merah besar dan cabai merah keriting dalam beberapa waktu belakangan terjadi karena naiknya harga di tingkat petani.

Berdasarkan informasi Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), rata-rata harga cabai di tingkat petani (sentra produksi) adalah sebagai berikut; cabai merah keriting Rp15.600/kg, naik 36,8 persen dibanding bulan lalu sebesar Rp11.400/kg; dan cabai merah besar Rp18.100/kg, naik 39,2 persen dibanding bulan lalu Rp13.000/kg.

"Kenaikan harga tersebut tergambar juga melalui pasokan indikatif cabai di Pasar Induk Kramat Jati dalam sepekan terakhir sekitar 107 ton/hari, berada di bawah pasokan normal 125 ton/hari. Kami harus memberi ruang agar petani bisa memperoleh harga keekonomian karena dalam beberapa bulan terakhir harga di tingkat petani relatif rendah," ujar Syailendra kepada Bisnis, Rabu (30/9/2020).

Sementara untuk komoditi daging ayam ras, harga terpantau di kisaran Rp30.600/kg, masih jauh di bawah harga acuan Rp35.000/kg.

Sejak awal 2019 hingga saat ini, harga ayam hidup di tingkat peternak seringkali berada dibawah batas bawah harga acuan pembelian di tingkat petani.

Hal itu disinyalir terjadi karena adanya kelebihan pasokan (over stock) dari penghitungan supply-demand daging ayam ras yang sulit dicapai dan juga karena akurasi permintaan yang cukup terganggu akibat pandemi Covid-19 dan beberapa variable lainnya.

"Khusus untuk harga daging ayam, kami sedang berupaya untuk dapat mendekati harga acuan agar para peternak memperoleh margin yang layak untuk terus berternak," lanjutnya.

Kemudian, untuk pasokan komoditas bawang putih dia menilai tidak perlu ada kekhawatiran dan menjamin pasokan cukup sampai dengan awal 2021 ke depannya.

Sampai dengan akhir September 2020, jelas Syailendra, telah diterbitkan 26 Persetujuan Impor Bawang Putih dengan total alokasi sebesar 242.618 Ton dan telah terealisasi sebesar 116.875 ton (48,17 persen).

Dengan kebutuhan bawang putih sekitar 48 ribu ton per bulan, diperkirakan alokasi impor tersebut cukup hingga awal tahun 2021.

Secara umum, Syailendra mengungkapkan kondisi ketersediaan barang kebutuhan pokok relatif cukup dan aman tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendag harga pangan
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top