Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Serapan Dana PEN Belum Optimal, Alokasi Pos-Pos Ini Bisa Dialihkan

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan bahwa ada beberapa sektor yang dirasa belum terlalu penting dalam waktu dekat.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  09:10 WIB
Sejumlah alat berat beroperasi di pembangunan akses darurat Tol Trans Jawa di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang di Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (26/8/2020).  - ANTARA
Sejumlah alat berat beroperasi di pembangunan akses darurat Tol Trans Jawa di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang di Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (26/8/2020). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA -- Serapan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang masih di bawah 40 persen disebabkan alokasinya belum maksimal. Pemerintah bakal merevisi pos anggaran yang telah disediakan senilai Rp695,2 triliun.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan bahwa ada beberapa sektor yang dirasa belum terlalu penting dalam waktu dekat. Salah satunya adalah insentif ke daerah.

“Saluran ke situ kelihatannya belum dibutuhkan. Dana tersebut sebenarnya berpotensi untuk direalokasi ke anggaran lain yang lebih cepat terealisasi,” katanya saat dihubungi, Rabu (30/9/2020).

Yusuf menjelaskan bahwa pos lainnya adalah untuk insentif perpajakan pelaku usaha. Dana yang dipos senilai Rp123 triliun ini cukup besar tapi belum dirasa berguna oleh pengusaha.

“Sektor tersebut sangat terbuka untuk disaluran untuk bantuan lain. Dalam hal ini adalah perlindungan sosial,” jelasnya.

Sementara itu, pemerintah mengakui alokasi dana PEN ada program yang tidak maksimal penyerapannya.

Sekretaris Komite Penanganan Covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional (KP-PEN) Raden Pardede mengatakan bahwa dana yang telah difokuskan masih bisa direvisi. Anggaran tersebut dialihkan untuk perlindungan sosial karena sangat dibutuhkan dan cepat terserap.

“Bisa dilakukan sampai dengan Desember. Intinya kita mau dana yang disiapkan, kita kasih ke rakyat,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn insentif Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top