Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Serapan Rendah, Insentif untuk Dunia Usaha Tak Efektif?

Data Kementerian Keuangan hingga 28 September 2020, realisasi insentif dunia usaha masih berkutat di angka 22,9 persen atau Rp27,6 triliun dari pagu senilai Rp120,6 triliun.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 30 September 2020  |  19:53 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menunjukkan bukti e-Filling SPT yang telah diisi kepada wartawan di Gedung Mar'ie Muhammad, Kemenkeu, Jakarta, Selasa (10/3 - 2020).
Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menunjukkan bukti e-Filling SPT yang telah diisi kepada wartawan di Gedung Mar'ie Muhammad, Kemenkeu, Jakarta, Selasa (10/3 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA - Penyerapan insentif dunia usaha masih rendah kendati pemerintah berulangkali menyatakan akan terus memperbaiki mekanisme perolehan fasilitas fiskal tersebut.

Data Kementerian Keuangan hingga 28 September 2020, realisasi insentif dunia usaha masih berkutat di angka 22,9 persen atau Rp27,6 triliun dari pagu senilai Rp120,6 triliun.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah akan mendorong dan berinovasi supaya pelaku usaha memanfaatkan fasilitas tersebut.

"Kita semangati dunia usaha untuk memakai ini [insentif usaha]," kata Suahasil, Rabu (30/9/2020).

Suahasil merinci kinerja penyerapan imsetif usaha itu ditopang oleh realisasi PPh 21 ditanggung pemerintah (DTP) senilai Rp1,98 triliun, pembebasan PPh 22 impor senilai Rp6,85 triliun, pengurangan angsuran PPh pasal 25 Rp9,53 triliun, restitusi PPN senilai Rp2,44 triliun, dan penurunan PPh badan senilai Rp6,82 triliun.

Dari sisi anggaran, lanjutnya, pemberian insentif usaha akan mengurangi potensi penerimaan pajak. Pajak yang harusnya dipungut pemerintah harus direlakan guna mendorong program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

Namun, di tengah kondisi ekonomi yang terus tertekan, pemerintah mau tak mau harus merelakan potensi penerimaan supaya dunia usaha bisa terhindar dari dampak negatif pandemi Covid-19.

Rendahnya penyerapan insentif usaha sebenarnya bukan barang baru. Mantan Menkeu era SBY Chatib Basri seringkali meminta pemerintah mereformulasi jenis insentif yang kurang diminati ke dalam bentuk bantuan yang bisa terserap langsung oleh masyarakat.

"Kita tahu kondisi ekonomi ini sedang menurun maka pengurangan ini sekarang tidak seperti pengurangan tahun 2019," ucap Wamenkeu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19 pemulihan ekonomi
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top