Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wamenkeu: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Masih Kontraksi, Tapi...

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pemulihan ekonomi akan sangat tergantung kepada pemulihan kesehatan dan penanganan Covid-19.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 30 September 2020  |  17:56 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) bersama dengan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) bersama dengan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal III masih terkontraksi. Namun, akan lebih kecil dibandingkan dengan kuartal II yang mencapai minus 5,3 persen.

Konsumsi pemerintah belum mampu mengompensasi penurunan konsumsi masyarakat dan investasi.

“Namun ini kita akan terus lihat agar kita bisa memastikan konsumsi pemerintah itu ikut menjadi faktor yang membantu pertumbuhan ekonomi,” kata Suahasil yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi dan Transformasi Nasional (PEN) dalam konferensi pers virtual, Rabu (30/9/2020).

Dalam slide yang ditampilkan Suahasil, berdasarkan Bloomberg, perekonomian Indonesia pada kuartal III diprediksi minus 2,0 persen. Proyeksi ini masih lebih baik dibandingkan dengan negara di kawasan Asean seperti Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand yang diperkirakan terkontraksi lebih dari 4 persen.

Suahasil melanjutkan bahwa pemulihan ekonomi di Indonesia berjalan cukup baik. Pada kuartal ketiga ini mencatat indikator-indikator ekonomi yang terbilang positif di tengah pandemi. Indeks keyakinan konsumen, penjualan ritel, penjualan mobil, dan konsumsi listrik mulai membaik.

Namun, pemulihan ekonomi akan sangat tergantung kepada pemulihan kesehatan dan penanganan Covid-19. Dalam hal itu Satgas PEN akan terus memantau dan mengevaluasi secara fleksibel program-program untuk menambal perekonomian.

Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadiikin menambahkan bahwa saat kepercayaan diri masyarakat kembali untuk melakukan aktivitas di luar rumah, ekonomi akan kembali pulih. Sembari menunggu hal tersebut, pemerintah akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang paling terkena dampak pandemi.

Adapun, hingga 28 September 2020 Satgas PEN mencatat realisasi anggaran pemulihan ekonomi sebesar 43,8 persen atau Rp304,6 triliun dari Rp695,2 triliun.

Seperti diketahui pemerintah mengalokasikan anggaran tersebut ke dalam 6 program utama, yakni kesehatan, insentif usaha, perlindungan sosial, sektoral kementerian/lembaga dan pemda, UMKM, serta pembiayaan korporasi.

Dari 6 program tersebut, realisasi anggaran tersbesar adalah perlindungan sosial, yakni 73,9 persen dari total pagu. Kemudian disusul oleh UMKM 64 persen.

Capaian penyerapan program lainnya jauh di bawah dua program tersebut. Program kesehatan baru menyerap 24,9 persen dari total pagu, insentif usaha 22,9 persen, dan sektoral K/L dan pemda 23,9 persen.

Terahir, pembiayaan korporasi belum ada realisasi. Program ini belum berjalan karena masih menunggu momentum yang tepat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top