Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonomi RI Masuk ke Jurang Resesi, Ini Pesan DPR kepada Pemerintah

Said menekankan bahwa semua pihak harus patuh dan disiplin pada protokol kesehatan. Pemerintah juga perlu untuk terus meningkatkan kemampuan tes, pelacakan, isolasi dan perawatan, serta menyiapkan vaksin dengan baik sampai awal tahun depan.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 29 September 2020  |  15:45 WIB
Gedung Kementerian Keuangan - kemenkeu.go.id
Gedung Kementerian Keuangan - kemenkeu.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah meminta pemerintah mengoptimalkan serapan anggaran untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

Dia juga meminta pemerintah segera menyiapkan vaksin Covid-19 paling lama sampai awal tahun depan. Hal ini diungkapkan Said Abdullah saat membacakan hasil pembicaraan tingkat 1 Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2021 dalam Rapat Paripurna di DPR.

"Mari kita hadapi resesi dan pandemi dengan kerjasama dan sense of crisis yang sama," kata Said, Selasa (29/9/2020).

Said menekankan bahwa semua pihak harus patuh dan disiplin pada protokol kesehatan. Pemerintah juga perlu untuk terus meningkatkan kemampuan tes, pelacakan, isolasi dan perawatan, serta menyiapkan vaksin dengan baik sampai awal tahun depan.

Di sisi lain, DPR juga akan fokus mengawal, agar serapan program belanja pembangunan dalam APBN tahun 2020 bisa dioptimalkan. Sebagai lembaga yang memiliki fungsi budgeter, DPR bisa ikut mengawasi penggunaan anggaran penanganan Covid-19 supaya akselerasi pemulihan ekonomi bisa terwujud.

"Kami bisa merasakan bahwa bekerja di tengah pandemi tidak mudah. Terdapat keterbatasan ruang gerak, termasuk keterbatasan personil serta daya dukung," jelasnya.

Seperti diketahui bahwa penyerapan anggaran PEN masih belum sesuai ekspektasi. Sebagai akibatnya, pemerintah memperkirakan ekonomi Indonesia tahun ini mengalami resesi di kisaran minus 1,7% - minus 0,6%.

Di sisi lain, sejumlah lembaga global mengeluarkan angka yang lebih pesimis untuk pertumbuhan perekonomian RI. Bank Dunia memperkirakan ekonomi Indonesia akan terkontraksi di angka minus 2%, sedangkan OECD memberikan prediksi di kisaran minus 3,3%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr Pertumbuhan Ekonomi Resesi pandemi corona
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top