Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ratusan Ribu PLTS Atap Akan Dipasang di Rumah Penduduk

Kehadiran program Energi Surya Nusantara akan mengurangi beban subsidi listrik Rp800 miliar hingga Rp1,3 triliun dengan tarif saat ini.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 25 September 2020  |  14:15 WIB
Pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pondok pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wali Barokah di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (16/5/2019). Pembangunan PLTS senilai Rp10 miliar dengan panel surya seluas 41 meter x 40 meter tersebut mampu menghasilkan listrik 220.000 Watt per hari. - ANTARA / Prasetia Fauzani
Pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pondok pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wali Barokah di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (16/5/2019). Pembangunan PLTS senilai Rp10 miliar dengan panel surya seluas 41 meter x 40 meter tersebut mampu menghasilkan listrik 220.000 Watt per hari. - ANTARA / Prasetia Fauzani

Bisnis.com, JAKARTA — Besarnya potensi energi surya terus dioptimalkan oleh pemerintah dengan menyiapkan pemasangan ratusan ribu pembangkit listrik tenaga surya atap di sektor rumah tangga.

Gagasan ini akan diberi nama Energi Surya Nusantara sebagai bagian dari strategi pemerintah memanfaatkan energi sinar matahari sekaligus stimulus pemulihan ekonomi (green economy) pascapandemi Covid-19.

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Harris mengungkapkan bahwa program ini nantinya akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara dan diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan rentan miskin atau pelanggan PLN yang mendapatkan subsidi dari pemerintah.

"Ada program yang sekarang ini sedang digagas, masih di dalam diskusi melalui program Energi Surya Nusantara. Konsepnya mengalihkan subsidi terhadap pelanggan PLN rumah tangga yang bersubsidi lewat pengadaan PLTS," kata Harris melalui siaran pers, Jumat (25/9/2020).

Kehadiran program Energi Surya Nusantara dinilai akan memberikan banyak keuntungan. Salah satunya beban subsidi listrik akan berkurang hingga Rp800 miliar hingga Rp1,3 triliun dengan tarif saat ini.

Selain mampu menyerap banyak tenaga kerja, program ini akan berkontribusi terhadap target rencana umum energi nasional dan turut serta mendorong penurunan emisi gas rumah kaca 1,05 juta ton per gigawatt peak pada nationally determined contributions (NDC), serta menumbuhkan industri hijau.

Surya Nusantara sendiri pertama kali diinisiasi dan direkomendasikan oleh Institute for Essential Service Reform, sebuah lembaga think thank yang aktif melakukan advokasi dan kampanye untuk menjamin tercapainya pemenuhan kebutuhan energi masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

plts
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top