Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenperin Berikan Bantuan Mesin ke UPT Tekstil Majalaya

Kementerian Perindustrian aktif memfasilitasi pemberian mesin dan peralatan produksi bagi industri kecil menengah (IKM). Program ini diyakini dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing, terlebih di tengah dampak pandemi Covid-19.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 25 September 2020  |  13:46 WIB
Bantuan permesinan ini dapat mengoptimalkan pelayanan UPT Tekstil Majalaya.  - KEMENPERIN
Bantuan permesinan ini dapat mengoptimalkan pelayanan UPT Tekstil Majalaya. - KEMENPERIN

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian aktif memfasilitasi pemberian mesin dan peralatan produksi bagi industri kecil menengah (IKM). Program ini diyakini dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing, terlebih di tengah dampak pandemi Covid-19.

“Guna merespons kondisi saat ini, pelaku IKM perlu meningkatkan daya saingnya, baik melalui peningkatan kualitas ataupun standar produk yang dipersyaratkan oleh buyers dengan didukung sistem manajemen produksi yang efisien,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih melalui siaran pers, Jumat (25/9/2020).

Untuk itu, Kemenperin telah menyerahkan bantuan mesin dan peralatan produksi kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tekstil Majalaya. Mesin dan peralatan tersebut, antara lain berupa high speed assembly winder machine, short fiber two-for-one twister, dan twist tester electric machine.

Gati mengharapkan fasilitasi ini dapat mengoptimalkan pelayanan UPT Tekstil Majalaya sehingga bisa memenuhi kebutuhan para pelaku IKM TPT Majalaya dan sekitarnya. Apalagi, sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan sektor yang sangat penting dalam perekonomian nasional.

“Selama ini, industri TPT adalah penyerap tenaga kerja yang banyak dan penghasil devisa yang signfikan sehingga sektor ini masih menjadi andalan,” ujarnya.

Kemenperin mencatat, kinerja ekspor industri TPT sepanjang 2019 mencapai US$12,89 miliar dan pada periode Januari-Juli 2020 telah menembus hingga US$6,15 miliar.

Gati mengemukakan, pelaku industri TPT berjuang keras untuk mempertahankan keberlangsungan usaha di tengah pandemi Covid-19. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada kuartal II/2020, industri TPT memberikan kontribusi terhadap PDB sektor industri pengolahan nonmigas sebesar 6,93 persen.

Sementara untuk kontribusi terhadap produk domestik bruto, industri TPT menempati urutan keempat kontributor terbesar mencapai 1,24 persen.

Gati menambahkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membawa dampak pada usaha sektor industri TPT. “Sejumlah toko tekstil tutup sehingga mengurangi permintaan produksi di pabrik,” ungkapnya.

Oleh karenanya, pihaknya bertekad memberikan pendampingan kepada para pelaku industri TPT khususnya yang berskala IKM agar usahanya dapat terus bertahan di era pandemi dan adaptasi kebiasaan baru saat ini.

“Kami selaku pembina IKM telah melaksanakan berbagai kegiatan dan fasilitasi agar IKM mampu bertahan di masa sekarang. Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, antara lain penumbuhan wirausaha baru, fasilitasi mesin dan peralatan, bimbingan teknis serta pendampingan dan workshop daring,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Industri Tekstil mesin industri industri kecil menengah
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top