Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Realisasi Pembiayaan Korporasi Masih Nihil, Pemerintah Janji Cair Oktober

Penjaminan korporasi memang membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan penjaminan UMKM. Kemenkeu berjanji pencairan paling lama Oktober 2020.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 22 September 2020  |  13:25 WIB
Awan hitam menyelimuti langit Jakarta, Senin (10/12/2018). - ANTARA/Rivan Awal Lingga
Awan hitam menyelimuti langit Jakarta, Senin (10/12/2018). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah segera mencairkan anggaran pembiayaan korporasi yang sampai saat ini realisasinya belum tampak. Pencairan tersebut akan dilakukan paling lama Oktober 2020.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan bahwa sebenarnya semua proses untuk pencairan anggarannya sudah siap. Hanya saja, pemerintah masih menunggu waktu yang tepat.

"Tingggal menunggu waktunya harapanya kemungkinan Oktober bisa dicairkan," kata Kunta, Selasa (22/9/2020).

Kendati demikian, Kunta menambahkan bahwa khusus penjaminan korporasi memang membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan penjaminan UMKM. "Jadi prosesnya lebih kepada waktu yang tepat aja kapan untuk mencairkan," ungkapnya.

Adapun, realisasi anggaran PEN per 17 September 2020 sebesar Rp254,4 triliun atau 36,6 persen terhadap pagu anggaran PEN yang sebesar Rp605,2 triliun.

Jika dilihat per kelompok program, realisasi kesehatan mencapai Rp18,45 triliun atau 33,47 persen, perlindungan sosial (Rp134,4 triliun atau 57,49 persen), sektoral kementerian atau pemda (Rp20,53 triliun atau 49,26 persen), insentif usaha (Rp22,23 triliun atau 18,43 persen), dan dukungan UMKM (Rp58,74 triliun atau 41,34 persen).

Potensi realisasi/ penyerapan anggaran PEN sampai akhir tahun 2020, yakni kesehatan (Rp84,02 triliun), perlindungan sosial (Rp242,01 triliun), sektoral/ pemda (Rp71,54 triliun), UMKM (Rp128,05 triliun), dan pembiayaan korporasi (Rp49,05 triliun), serta insentif usaha (Rp.120,61 triliun).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korporasi kementerian keuangan Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top