Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Status 180.000 Peserta Kartu Prakerja Dicabut, Ini Alasannya

Manajemen Pelaksana (PMO) Prakerja mencabut 180.000 status kepesertaan Kartu Prakerja dari gelombang I sampai IV karena tidak melakukan pemilihan pelatihan.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 18 September 2020  |  14:17 WIB
Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). - ANTARA FOTO/Moch Asim
Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). - ANTARA FOTO/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA - Manajemen Pelaksana (PMO) Prakerja telah mencabut 180.000 status kepesertaan Kartu Prakerja dari gelombang I sampai IV. Jumlah ini setara dengan 3,84 persen dari total 4,68 juta peserta yang telah terjaring dalam 8 gelombang sampai 17 September 2020.

Head of Communications Manajemen Pelaksana Program Kartu (PMO) Prakerja Louisa Tuhatu menjelaskan pembatalan kepesertaan ini dilakukan lantaran penerima manfaat tidak melakukan pemilihan pelatihan dalam 30 hari sejak ditetapkan sebagai peserta. Mekanisme pembatalan sendiri telah diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No. 11/2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Presiden No. 36/2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja.

“Kami membatalkan kepesertaan 180.000 orang dari gelombang I sampai IV karena mereka tidak melakukan pelatihan 1 dalam 30 hari sejak ditetapkan sebagai peserta,” kata Louisa dalam siaran pers, Jumat (18/9/2020).

Hasil penelusuran PMO menunjukkan ada tiga alasan utama yang menyebabkan peserta ini tak mengambil pelatihan dalam kurun yang ditetapkan. Louisa menjelaskan alasan tersebut mencakup peserta telah memperoleh pekerjaan, peserta lupa password untuk mengakses akun, dan tidak mengetahui langkah yang dilakukan usai ditetapkan sebagai peserta.

Louisa mengemukakan bahwa PMO Prakerja telah melakukan sosialisasi di berbagai kanal sejak 20 Maret dan menyediakan media agar peserta dapat bertanya. Pesan pengingat pun telah dikirimkan 7 hari sebelum masa pengambilan pelatihan berakhir.

Ditemukannya peserta yang dicabut kepesertaannya ini pun disayangkan pihak PMO mengingat tingginya animo pendaftaran. Sampai 17 September, pendaftar di situs prakerja.go.id telah mencapai 23,8 juta orang dengan 18,7 juta pendaftar yang lolos verifikasi e-mail.

Sampai gelombang 8 Kartu Prakerja, terdapat 4,68 juta orang pendaftar yang memperoleh surat keputusan sebagai peserta Prakerja dan 3,4 juta orang di antaranya telah membeli pelatihan. Kuota total Kartu Prakerja sendiri ditetapkan berjumlah 5,6 juta orang.

“Sayang sekali ada orang-orang yang tidak memanfaatkan Kartu Prakerja di tengah tingginya minat ini,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenaga kerja kartu prakerja
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top