Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kapasitas PLTS Atap Pelanggan Xurya Daya Naik Sembilan Kali Lipat

Perusahaan di Indonesia mulai memasang PLTS atap untuk mengurangi emisi karbon dan menurunkan biaya listrik tahunan.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 17 September 2020  |  02:07 WIB
Suasana instalasi panel surya dari ketinggian di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Penggunaan pembangkit listrik tenaga surya ini sebagai upaya mendukung penggunaan energi yang ramah lingkungan, efektif dan efisien. Bisnis - Himawan L Nugraha
Suasana instalasi panel surya dari ketinggian di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Penggunaan pembangkit listrik tenaga surya ini sebagai upaya mendukung penggunaan energi yang ramah lingkungan, efektif dan efisien. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Startup energi terbarukan, PT Xurya Daya Indonesia (Xurya), berhasil menambah daftar perusahaan yang menggunakan PLTS atap.  

Tahun lalu, sebanyak 14 pelaku industri dan bisnis di Indonesia menyatakan dukungan pada Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA) dengan memasang sistem pembangkit listrik tenaga surya atap.

Untuk tahun ini, terdapat tujuh perusahaan yang memasang PLTS atap melalui Xurya , yakni PT Softex Indonesia, PT Evi Asia Tenggara (CoHive coworking space), Griya Idola Industrial Park (Barito Pacific Group), Grand Splash Waterpark, Global Sevilla School, PT IndahTex Utama dan PT Hakiki Donarta.

"Tahun ini kapasitas terpasang PLTS atap oleh Xurya mengalami kenaikan hingga 9 kali lipat. Kami selalu berkomitmen dalam mendukung GNSSA. Salah satunya, dengan memberikan layanan purna jual perawatan panel surya secara gratis kepada pelanggan untuk memastikan panel surya selalu dalam keadaan bersih dan tidak ada kerusakan, sehingga kinerjanya lebih aman dan efisien,” ujar Eka Himawan, Managing Director Xurya, dalam konferensi pers secara daring, Rabu (16/9/2020).

Dalam memperingati tiga tahun terbentuknya GNSSA, Xurya memperkenalkan layanan purna jual (after-sales) perawatan PLTS atap sebagai bentuk komitmennya kepada para pelanggan agar PLTS yang sudah terpasang di fasilitas mereka tetap berjalan dengan aman dan efisien.

Layanan purna jual ini dilakukan oleh Xurya secara berkala yang meliputi inspeksi visual dan mekanikal balance of system (BOS), inspeksi visual modul dan array hingga ke pembersihan modul PV.

PT Softex Indonesia (Softex Indonesia) juga turut berpartisipasi mendukung GNSSA. Bersama Xurya, saat ini Softex Indonesia sedang menyelesaikan proyek pembangunan PLTS atap sebesar 630 kWp di pabriknya yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur.  Penggunaan PLTS atap ini juga sebagai bentuk implementasi Softex Indonesia dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan.

“Kami telah menjalankan program efisiensi energi dan material sejak tahun 2017 dan tahun ini bersama Xurya kami sedang menyelesaikan proyek pembangunan PLTS atap sebesar 630 kWp di pabrik Sidoarjo,” ujar Honey Liwe, Sustainability Project Leader PT Softex Indonesia.

Honey mengungkapkan bahwa program tersebut tidak hanya untuk menurunkan konsumsi energi, namun juga berdampak pada penurunan emisi gas rumah kaca dan biaya operasional. Kalau dikonversikan, melalui pemasangan PLTS Atap ini kami akan menghemat kurang lebih 887.922 kWh setiap tahunnya dan menekan produksi CO2 sebesar 829.319 kg selama satu tahun,” 

GNSSA yang dideklarasikan oleh Kementerian ESDM bersama para penggiat energi surya pada September 2017 merupakan gerakan untuk mendukung dan mempercepat pemanfaatan teknologi listrik surya untuk memenuhi target pengembangan energi terbarukan yang telah ditetapkan oleh Kebijakan Energi Nasional (KEN) sebesar 23 persen. PLTS diharapkan berkontribusi sebesar 14 persen atau 6,4 GW dari total kapasitas 45 GW pembangkit listrik.

Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Andhika Prastawa mengatakan, pada tahun ketiga GNSSA,  mulai terlihat percepatan pertumbuhan PLTS atap. Pada 2017 ketika GNSSA dibentuk, kapasitas PLTS atap yang terdaftar pada PLN baru sekitar 600 kW,

"Tahun ini, kapasitasnya telah naik menjadi 7500 kW. Sangat dibutuhkan kolaborasi yang lebih intensif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, PLN, investor, pelaku bisnis seperti yang dilakukan oleh Softex Indonesia dan perseorangan, agar tingkat pemanfaatan teknologi listrik surya dapat tumbuh seiring dengan ketetapan capaian bauran energi terbarukan dalam Kebijakan Energi Nasional, yaitu 23 persen pada 2025,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

listrik tenaga surya softex indonesia
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top