Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kepala BPKM Pastikan Perusahaan China dan Korea Investasi Baterai Lithium di Indonesia

Negosiasi dengan pemerintah Indonesia termasuk dengan BUMN. Bahkan sudah sampai pada tanda tangan HoA (head of agreement).
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 16 September 2020  |  12:02 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia ke depan akan fokus pada pengembangan produksi baterai lithium yang akan menjadi salah satu untuk sumber energi moda transportasi pda 2025.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menghasilkan baterai.

“Cadangan ore nikel dunia 20 persen ada di Indonesia. Lalu 85 persen material untuk memenuhi pembagunan baterai ada di Indonesia,” katanya dalam diskusi virtual, Rabu (16/9/2020).

Bahlil menjelaskan bahwa apabila fokus, Tanah Air akan berkontribusi besar dalam menyediakan baterai khususnya dalam dunia otomotif.

“Ini bukan mimpi. Beberapa perusahan China dan Korea [Selatan] hari ini sudah melakukan negosiasi dengan pemerintah Indonesia termasuk dengan BUMN. Bahkan sudah sampai pada tanda tangan HoA [head of agreement],” jelasnya.

Sebelumnya dalam pertemuan virtual dengan redaksi Bisnis Indonesia, Bahlil mengklaim bahwa investasi baterai ini adalah satu-satunya proyek di dunia yang fokus pada sektor hulu dan hilir untuk nikel. Nilai investasi yang akan masuk relatif besar rata-rata sebesar Rp70 triliun dan Rp100 triliun.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo membuat perspektif lain dalam berinvestasi. Kini harus ada strategi penanaman modal untuk pengembangan sektor produktif.

“Bicara itu pasti bicara nilai tambah. Indonesia tidak boleh lagi ekspor barang mentah. Kita lihat nikel sudah membuat larangan ekspor ore nikel. Lalu buat hilirisasi. Dari situ industri terbangun,” ucap Kepala BKPM.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china korea selatan Baterai Mobil Listrik
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top