Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gapensi Berharap Kesadaran Pekerja Konstruksi Ikut Sertifikasi Meningkat

Gapensi mengharapokan kesadaran pekerja konstruksi dalam memenuhi standar yang tersertifikasi dapat meningkat.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 16 September 2020  |  19:10 WIB
Ilustrasi pekerjaan konstruksi mass rapid transit di Jakarta. - Bisnis.com
Ilustrasi pekerjaan konstruksi mass rapid transit di Jakarta. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Kesadaran para pekerja konstruksi tentang pentingnya peningkatan keahlian dan keterampilan diharapkan meningkat seiring dengan adanya program sertifikasi bagi pekerja konstruksi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Wakil Sekretaris Jenderal II BPP Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Errika Ferdinata menjelaskan pihaknya telah menerapkan sertifikasi ini bagi para pekerja yang diikutsertakan dalam proyek garapan asosiasi tersebut.

"Di Gapensi kami ada penerapan syarat tenaga kerja harus bersrtifikasi, sertifikasi keahlan atau sertifikat terampil, harus yang bersertifikat [diutamakan], karena ini memang menunjukkan kompetensinya apa. Misal ngecat ya sertifikasi, pasang bata juga ada sertifikasi, agar kualitas output dari pekerjaan konstruksinya sesuai dengan harapan pemberi kerja," ujarnya kepada Bisnis pada Rabu (16/9/2020).

Menurutnya, saat ini kecenderungan pekerja konstruksi masih mengajukan sertifikasi bila akan bekerja atau ikut serta dalam suatu proyek, belum sampai pada tahap kesadaran masing-masing.

Dia menilai semestinya masyarakat pekerja jasa konstruksi melakukan sertifikasi dengan kesadaran untuk memenuhi standardisasi keahlian dan keterampilannya.

Tidak hanya itu, program sertifikasi ini juga memberikan manfaat lain yaitu meningkatkan peran asosiasi pekerja konstruksi yang menaungi para tenaga kerja tersebut.

"Dengan proses sertifikasinya melibatkan asosiasi tenaga kerja, tentu mereka akan membina anggotanya agar bisa memenuhi standar keahlian dan keterampilan yang ditetapkan pemerintah," ujarnya.

Menurut data Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), sampai 28 Agustus 2020, jumlah tenaga kerja konstruksi yang sudah melakukan registrasi mencapai 627.276 orang. Jumlah tenaga terampil mencapai 494.682 orang, tenaga ahli 171.566 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konstruksi gapensi
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top