Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inilah 3 Lokasi yang Ditetapkan jadi Sentra Pengembangan Garam di NTB

Tiga lokasi tersebut adalah Desa Boal, Pulau Ngali, dan Desa Kukin di Nusa Tenggara Barat.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 14 September 2020  |  21:34 WIB
Petani garam Amed memanen garam menggunakan alat tradisional. JIBI - BISNIS/Feri Kristianto
Petani garam Amed memanen garam menggunakan alat tradisional. JIBI - BISNIS/Feri Kristianto

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan memfokuskan pengembangan garam pada tiga lokasi di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. 

Safri Burhanuddin, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Maritim dan Investasi mengatakan setidaknya ada 3 usulan lokasi di kabupaten Sumbawa yang akan difokuskan sebagai lahan pergaraman, yakni Desa Boal, Pulau Ngali, dan Desa Kukin.

“Kondisi umum pergaraman di Kabupaten Sumbawa dikatakan terus meningkat, untuk itu dibutuhkannya lahan fokus untuk eksistensi pergaraman. Sesuai koordinasi dengan Kepala Dinas KKP NTB setidaknya ada tiga lokasi yakni Desa Boal, Pulau Ngali dan Desa Kukin,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (14/9/2020).

Safri memaparkan untuk Desa Boal diketahui progress status HGU seluas 650 haktare (ha) atas nama PT. Alam Hijau masuk dalam basis tanah terindikasi terlantar. Hal yang sama juga terjadi pada Pulau Ngali dengan status HGU seluas 1885 ha atas nama PT. Petetera juga memiliki basis tanah terindikasi terlantar.

Adapun, lokasi di Desa Kukin yang memiliki luas 100 ha diketahui sudah clear karena tanah aset pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa dengan memiliki sertifikat luas tanah 984.000 M2.

“Saya meminta teman-teman terkait agar memonitoring ketiga lokasi tersebut. Kami butuh clean and clear untuk lahan. Kalau tempat ini tidak clear, kita tidak mengizinkan investasi masuk. Untuk itu kami harapkan teman-teman bisa memeriksa lagi, segera ditindak lanjuti sehingga menjadi laporan demi target pemerinta swasembada garam. Kami harapkan selesai dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

Safri melanjutkan Gubernur NTB menyatakan komitmen penuh untuk mendorong dan menindaklanjuti rencana investasi lahan garam yang ada di Kabupaten Sumbawa. Selain itu, terdapat beberapa perusahaan yang tertarik untuk berinvestasi.

“Kami harapkan ada hasil yang positif. Maka itu fokus mana lokasi yang potensi, sehingga kalau kita bicara ke investor ada bahannya. Kalau semua lahan kita pusatkan, takutnya malah tidak ada yang jadi. Lalu saya pikirkan tidak semua jadi garam, ada beberapa lahan nantinya bisa jadi misal tambak udang. Intinya di sini bagaimana masyarakat menjadi makmur,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garam ntb
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top