Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KBRI di Jepang Siap Dukung Ekspor Kayu Lapis ke Negeri Sakura

Total ekspor komoditas kehutanan Indonesia ke Jepang pada 2019 mencapai US$1,55 miliar dan Indonesia termasuk lima besar pemasok kayu terbesar ke Jepang.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 11 September 2020  |  19:45 WIB
Berbagai corak kayu lapis. - Bisnis
Berbagai corak kayu lapis. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — KBRI Tokyo menyatakan kesiapannya bermitra untuk mendukung peningkatan ekspor produk kayu olahan Indonesia khususnya kayu lapis ke Jepang melalui peningkatan teknologi dan diversifikasi produk.

Kuasa Usaha Ad-Interim KBRI Tokyo Tri Purnajaya menyatakan hal tersebut saat membuka diskusi Indonesia-Japan Virtual Forum on Wood Products; Meet The Demand and Supply of Plywood Products, Kamis (10/10/2020).

Pertemuan yang diselenggarakan oleh KBRI Tokyo itu bekerja sama dengan Forum Komunikasi Masyarakat Perhutanan Indonesia (FKMPI) dengan keynote speaker Ketua FKMPI yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo.

Narasumber yang hadir di antaranya Handjaja dari Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo), Makoto Daimon dari Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang, Atase Kehutanan KBRI Tokyo Riva Rovani, Direktur Eksekutif Asosiasi Importir Kayu Jepang (JLIA) Kiyotaka Okada, dan Taiji Fujisaki dari Institute for Global Environmental Strategies (IGES).

Menurut Tri, total ekspor komoditas kehutanan Indonesia ke Jepang pada 2019 mencapai US$1,55 miliar dan Indonesia termasuk lima besar pemasok kayu terbesar ke Jepang, khususnya untuk HS 44 (komoditas kayu dan olahan kayu) dengan pangsa pasar 8,21 persen.

“Kebutuhan akan kayu lapis yang tinggi di Jepang telah menjadikan Jepang sebagai mitra strategis Indonesia di bidang kehutanan. Namun, pandemi Covid-19 telah memukul perdagangan dunia,” ujarnya melalui siaran pers.

Impor komoditas kayu dan olahannya Jepang dari Indonesia per semester I/2020 mengalami penurunan sebesar 4,34 persen atau mencapai US$20,38 juta.

“Penurunan nilai perdagangan kayu ini tidak hanya dirasakan oleh Indonesia, tapi juga oleh negara pengekspor kayu lainnya seperti China, Kanada, Filipina dan Malaysia,” ungkap Tri.

Sementara itu, Ketua Umum APHI, Indroyono Soesilo menyatakan bahwa akibat pandemi Covid19, ekspor produk kehutanan Indonesia ke Jepang mengalami penurunan.

“Ekspor produk kehutanan kita ke Jepang periode Januari—Agustus 2020 sebesar US$785 juta, artinya terjadi penurunan sebesar 11 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu US$882 juta,” ungkap Indroyono.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kayu lapis
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top