Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal PSBB Jakarta, Wamenlu: Pandemi Bunuh Manusia, Tapi Krisis Ekonomi Bunuh Kehidupan

Oleh sebab itu, Wamenlu Mahendra Siregar mendesak pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membuat langkah-langkah pengecualian agar sektor industri tidak mati.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 September 2020  |  06:40 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar - JIBI
Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar - JIBI

Bisnis.com, Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar menilai pemerintah perlu menghitung ulang proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal IV akibat adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total untuk wilayah Jakarta.

Pasalnya, pertumbuhan ekonomi kuartal empat sebenarnya sudah diproyeksikan bergerak positif di level 1,38 persen.

“Dengan perkembangan PSBB ini, harus dibuat kalkulasi baru,” tutur Mahendra dalam Rakornas Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) secara virtual, Kamis, 10 September 2020.

Mahendra mengatakan PSBB akan mendorong munculnya faktor-faktor baru yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Proyeksi pertumbuhan yang semula diyakini akan positif pada kuartal terakhir tahun diperkirakan bisa bergeser seumpama tidak dilakukan langkah-langkah tertentu.

Maka itu, dia mengatakan perlu pendekatan khusus untuk memitigasi dampak penurunan kinerja ekonomi akibat pembatasan sosial. Mahendra khawatir penurunan pertumbuhan ekonomi karena PSBB pada kuartal sebelumnya bisa terulang.

“Saya betul-betul khawatir kesinambungan [industri] untuk jangka menengah dan jangka panjang,” ucap Mahendra.

Namun demikian, Mahendra meminta agar penanganan kesehatan dan ekonomi tidak dipertentangkan karena keduanya sama-sama penting. “Karena pandemi membunuh manusia, tapi krisis ekonomi membunuh kehidupan,” ucapnya.

Mahendra pun mengusulkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat langkah-langkah pengecualian agar sektor industri tidak mati. “Pengecualian secara khusus diberikan kepada industri manufaktur dan sektor usaha yang mampu melakukan langkah-langkah protokol kesehatan yang baik,” katanya.

Dia menyebut, Kadin dan lembaga sejenisnya bisa membuat pemeringkatan entitas mana saja yang memiliki reputasi baik dalam menjalankan protokol supaya bisa memperoleh pengecualian. Dia pun was-was bila PSBB dipukul merata, industri akan tumbang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi mahendra siregar Virus Corona Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Sumber : Tempo

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top