Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Kasus, Kemhan Diminta Tunda Beli Thyphoon Eurofighter

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Nasdem Willy Aditya meminta Kementerian Pertahanan menunda dan mengkaji ulang rencana pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) pesawat Thyphoon Eurofighter dari Austria.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 September 2020  |  10:13 WIB
Thyphoon Eurofighter.  - Eurofighter
Thyphoon Eurofighter. - Eurofighter

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Nasdem Willy Aditya meminta Kementerian Pertahanan menunda dan mengkaji ulang rencana pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) pesawat Thyphoon Eurofighter dari Austria.

"Pertama, baru beberapa hari lalu kita tahu ada indikasi korupsi dari pembelian Eurofighter ini oleh Austria. Ada kasus kickback dari konsorsium pembuat Eurofighter kepada politisi di Austria, lalu Austria menggugat konsorsium karena praktek tidak sehat ini," kata Willy dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Dia menilai jangan sampai masalah di internal Austria belum selesai lalu Kemhan mau negosiasi sehingga jangan memindahkan masalah internal Austria ke Indonesia. "Kehormatan Menhan Prabowo dan Indonesia dipertaruhkan dalam negosiasi Eurofighter dengan Austria," ujarnya.

Kedua, pembelian alutsista tersebut harus mengikuti kebijakan umum pertahanan namun yang menjadi persoalan kebijakan tersebut belum selesai dibuat.

Dia menilai belanja alutsista semacam pesawat tempur ini bukan seperti belanja rutin lainnya karena merupakan belanja strategis sehingga harus sangat hati-hati, disesuaikan dengan doktrin pertahanan dan politik luar negeri Indonesia. "Tidak bisa cuma dengan alasan peremajaan atau alasan pembinaan trimatra," ujarnya.

Ketiga, dari jenis Thypoon yang mau dibeli dari Austria, sebenarnya Indonesia sudah punya Sukhoi 35, sistem perawatan, peralatan, suku cadang dan kebutuhan Sukhoi sudah disiapkan, lalu kenapa justru beli yang berbeda.

Menurut dia, kalau membeli yang berbeda, maka belanja lainnya untuk perbaikan, perawatan, suku cadang dan lainnya pun akan beda. "Dampaknya akan juga berkenaan dengan APBN nantinya, Menhan Prabowo harus pikirkan juga hal ini. Lebih baik beli dari model yang sama saja," katanya.

Sebelumnya, Kemhan berencana membeli Alutsista Eurofighter Typhoon dari Austria.

Kemhan menilai kebijakan tersebut sudah berdasarkan kajian komprehensif dan pembelian alutsista tersebut bertujuan untuk memperkuat pertahanan Indonesia dalam segala hal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat tempur KEMANDIRIAN ALUTSISTA

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top