Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Subsidi Gaji Rp600.000 Diduga Hanya untuk Tambal Defisit BPJS Ketenagakerjaan

Peneliti Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Rusli Abdullah mengatakan bahwa selain tidak tepat sasaran, jumlah subsidi gaji tersebut sedikit.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 08 September 2020  |  19:20 WIB
Karyawan melintas di dekat logo BPJS Ketenagakerjaan/BP Jamsostek di Jakarta. Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan melintas di dekat logo BPJS Ketenagakerjaan/BP Jamsostek di Jakarta. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah memberikan subsidi gaji kepada 15 juta pekerja yang terdampak pandemi Covid-19. Mereka yang bergaji di bawah Rp5 juta akan mendapat bantuan sebesar Rp600.000 per bulan.

Peneliti Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Rusli Abdullah mengatakan bahwa selain tidak tepat sasaran, jumlah subsidi gaji tersebut sedikit. Pemerintah hanya memberikan bantuan kepada pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

“Pekerja formal yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan jumlahnya 52 juta orang. Sementara yang diberikan hanya untuk 15 juta orang. Jadi belum separuhnya,” katanya melalui diskusi virtual, Selasa (8/9/2020). 

Dia menjelaskan bahwa selain tidak mencakup seluruh pekerja formal, pekerja informal juga tidak tersentuh pemerintah. Berdasarkan catatan Rusli, tak ada satupun dari mereka yang terbantu, padahal jumlah pekerja informal jauh lebih banyak.

Jika pekerja formal dengan total 52 juta persentasenya 43,5 persen, maka persentase pekerja informal mencapai 56,5 persen.

“Ini menurut saya kebijakan kurang tepat. Dan mungkin lebih tepatnya untuk menambal agar BPJS Tenaga Kerja tidak defisit. Karena yang diberikan hanya para pekerja yang berada di bawah BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Melihat kasus tersebut, Rusli menuturkan bahwa pemerintah harus menyasar pekerja informal. Bukan hanya untuk anggaran tahun ini, tetapi juga untuk tahun 2021.

Di sisi lain, pandemi menggerus kesejahteraan masyarakat Indonesia. Sejak pertama kali kasus ditemukan pada awal Maret, dalam 6 bulan angka kemiskinan naik sebesar 1,63 juta atau 0,56 persen.

“Kenaikan angka ini sama dengan usaha penurunan kemiskinan selama 1,5 tahun sejak Maret 2018 hingga September 2019,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indef subsidi gaji
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top