Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Agar Proyek KPBU Menarik, Operator Bandara Sarankan Hal Ini

Kebijakan yang diperlukan agar KPBU di bandara tetap menarik bagi investor adalah dukungan pemerintah atas industri yang atraktif dan dinamis.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 01 September 2020  |  19:12 WIB
Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten./Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten./Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Operator bandar udara menilai keberhasilan proyek bandara dengan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) berada di tangan pemerintah dalam membangun iklim investasi di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

VP Corporate Secretary PT Angkasa Pura I Hendy Heryudhitiawan mengatakan kebijakan yang diperlukan agar KPBU di bandara tetap menarik bagi investor adalah dukungan pemerintah atas industri yang atraktif dan dinamis hingga terciptanya iklim investasi yang aman untuk dijalankan.

“Seperti mekanisme pasar yang terbuka, fair, dan dukungan regulasi yang mendukung bisnis. Pemerintah selaku regulator dapat berperan sebagai penyeimbang yang memastikan tingkat permintaan dalam pasar dapat berlangsung seimbang,” ujuarnya pada Selasa (1/10/2020).

Hendy menyampaikan dalam bisnis bandar, kepastian atau jaminan penyesuaian tarif aeronautika dapat menjadi salah satu daya tarik, selain tentunya tingkat pertumbuhan wilayah yang dapat menaikkan jumlah masyarakat untuk bepergian.

Operator bandara pelat merah tersebut juga mengharapkan dari sisi rancangan perjanjian kerja sama dapat dibagikan sejak awal agar mitra dapat melihat lebih jauh terkait dengan struktur operasionalnya

Senada dengan Hendy, VP Corporate Secretary AP II Yado Yarismano menyampaikan proyek KPBU harus memiliki nilai kelayakan untuk dapat memberikan imbal hasil yang menarik. “Selain itu memang perlu diperhitungkan kembali terkait dengan pergerakan trafik selama masa pandemi ini.”

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto menyampaikan saat ini masih membahas upaya pemenuhan pembiayaan atau financial closing proyek KPBU Bandara Komodo yang tersendat selama pandemi. Hasil kajian secepatnya akan dilaporkan untuk menentukan langkah selanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara KPBU
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top