Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Untuk Bertahan, Pengamat : Maskapai Butuh Angka Realistis

Pada 1 – 28 Agustus 2020, jumlah pergerakan penumpang mencapai 1,90 juta orang atau naik 41 persen dibandingkan periode 1 – 28 Juli 2020 yang hanya 1,34 juta pergerakan penumpang.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 30 Agustus 2020  |  16:09 WIB
Petugas melakukan rutinitas pemeriksaan di selasar Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Rachman
Petugas melakukan rutinitas pemeriksaan di selasar Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Upaya pemulihan maskapai bersama dengan pengelola bandara untuk memulihkan pergerakan penumpang hingga kuartal IV/2020 sebanyak 4 juta hingga 5 juta per bulannya masih realistis dan tidaklah muluk-muluk.

Pengamat Penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (Japri) Gerry Soejatman memprediksikan hingga kuartal IV/2020 tingkat pergerakan tidak akan jauh dari yang diproyeksikan oleh pengelola bandara dan maskapai dalam skala nasional.

“Masih masuk akal dan industri butuh angka segitu untuk survive. Jadi targetnya bukan target fantastis, tapi kebutuhan industri untuk survive,” jelasnya, Minggu (30/8/2020).

Gerry berpendapat tingkat pergerakan akan lebih bisa terpenuhi oleh perjalanan bisnis atau dinas. Terlebih dia menilai pebisnis dan pekerja dinas lebih memiliki sikap mawas diri menjaga diri ketika melakukan perjalanan dibandingkan dengan masyarakat yang berkepentingan untuk liburan.

Sejauh ini, tuturnya, dengan tingkat permintaan dari masyarakat untuk wisata yang terpantau dari tingginya pergerakan selama libur dua pekan kemarin hanyalah akibat akumulasi dari kejenuhan yang terlalu lama selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Selanjutnya, pemangku kepentingan terkait harus mengantisipasi apakah minat untuk libur tersebut akan berlanjut atau tidak.

Selain itu, Gerry berpendapat semua tergantung realisasinya memang masih bergantung dengan penanganan wabah oleh negara.

“Sayangnya, peningkatan kasus Covid-19 nya juga tetap menghantui, dan mengancam target tersebut. Ini yang lagi bikin ketar ketir, karena kalau pertumbuhan kasusnya atau kasus aktifnya melonjak tinggi, bisa-bisa publik takut melakukan perjalanan lagi,” imbuhnya.

Sebelumnya, PT Angkasa Pura II memproyeksikan pemulihan lalu lintas penerbangan akan semakin berlanjut. Jumlah penumpang pesawat pada akhir tahun ini diperkirakan dapat menembus sekitar 4 – 5 juta penumpang per bulan.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menuturkan dengan Safe Travel Campaign yang selalu digalakkan PT Angkasa Pura II dan stakeholder maka diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap penerbangan nasional dapat terjaga serta semakin tumbuh di tengah pandemi ini.

Safe Travel Campaign yang dicanangkan PT Angkasa Pura II sejak Juli 2020 dan akan terus diberlakukan hingga Desember 2020.

Pada 1 – 28 Agustus 2020, jumlah pergerakan penumpang mencapai 1,90 juta orang atau naik 41 persen dibandingkan periode 1 – 28 Juli 2020 yang hanya 1,34 juta pergerakan penumpang.

Awal memperkirakan dengan tren yang ada menunjukkan jumlah pergerakan penumpang pesawat di 19 bandara pada Agustus akan menembus 2 juta orang.

Apabila tembus 2 juta orang, maka penumpang pada Agustus naik sekitar 500.000 orang dibandingkan dengan sepanjang Juli 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri penerbangan covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top