Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

CORE : Belanja Pemerintah untuk UMKM Hanya Berdampak Terbatas

Potensi anggaran belanja pemerintah sebesar Rp321 triliun dan Rp35 triliun dari BUMN berpeluang mendorong permintaan produk UMKM.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 30 Agustus 2020  |  20:08 WIB
Antrean pelaku UMKM mendaftar pengajuan Bantuan Sosial Produktif di Kantor Dinkop UKM Solo, Rabu 12 Agustus 2020. - JIBI/Burhan Aris Nugraha\n\n
Antrean pelaku UMKM mendaftar pengajuan Bantuan Sosial Produktif di Kantor Dinkop UKM Solo, Rabu 12 Agustus 2020. - JIBI/Burhan Aris Nugraha\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA -- Langkah pemerintah untuk menggenjot belanja anggaran pada produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai tidak bisa menutupi penurunan yang dialami sektor ini.

Peneliti Senior Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menyebutkan potensi anggaran belanja pemerintah sebesar Rp321 triliun dan Rp35 triliun dari BUMN memang berpeluang mendorong permintaan produk UMKM. Meski demikian, nominal tersebut tetap tak bisa menutupi penurunan yang terjadi.

“Penurunan permintaan selama Covid-19 sebuah kewajaran, namun bukan berarti anggaran yang disiapkan pemerintah menjadi tidak bermakna. Tujuannya memang bukan memulihkan ke sedia kala, tapi lebih sebagai pencegahan penurunan yang lebih dalam,” kata Piter saat dihubungi, Minggu (30/8/2020).

Piter menyoroti beragamnya jenis produk dan jasa yang bergerak dengan skala mikro dan kecil menengah. Mengingat kebutuhan belanja pemerintah dan BUMN yang terbatas, dia mengatakan jenis usaha yang terdampak pun tidak akan merata.

“UMKM ini kan tidak hanya makanan dan minuman saja, dan ini yang permintaannya masih cukup terjaga. Ada produk dan jasa lainnya, dan ini yang belum terjamin bisa diminimalisasi,” ungkap dia.

Oleh karena itu, Piter menekankan pentingnya penanggulangan Covid-19 demi memulihkan aktivitas ekonomi. Selama pandemi belum tertanggulangi, dia menyatakan pemulihan permintaan bakal sulit terwujud sekalipun berbagai bantuan disiapkan.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki mengemukakan dorongan dari sisi permintaan menjadi hal yang tak kalah krusial mengingat realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk UMKM per 26 Agustus baru terealisasi 45,76 persen dari Rp123,46 triliun yang disiapkan.

Realisasi tertinggi berasal dari penempatan dana untuk restrukturisasi yang mencapai Rp54,42 triliun dari Rp78,78 triliun yang disiapkan atau mencapai 69,8 persen.

Selain berbagai dukungan pembiayaan di sisi hulu, Teten mengemukakan bahwa dorongan di sisi hilir menjadi pekerjaan rumah lanjutan yang harus diselesaikan karena sebagian besar kendala yang dihadapi UMKM adalah penurunan permintaan.

Untuk saat ini, dia mengatakan pihaknya bakal berfokus pada bagaimana belanja pemerintah dan BUMN dapat diarahkan ke produk UMKM.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm pemulihan ekonomi
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top