Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KKP Perkenalkan Pasar Laut Indonesia dan Sistem Resi Gudang Ikan

Peluncuran Pasar Laut Indonesia merupakan bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada pertengahan Mei 2020.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 20 Agustus 2020  |  01:43 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo - Antara/Akbar Nugroho Gumay
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan soft launching Pasar Laut Indonesia dan Sistem Resi Gudang Ikan. Fasilitas itu diarahkan untuk membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sektor perikanan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan peluncuran Pasar Laut Indonesia merupakan bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada pertengahan Mei 2020.

"Ini menggairahkan sektor kelautan dan perikanan, karena mayoritas dari sektor ini adalah para pelaku usaha kecil," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (19/8/2020).

Soft launching Pasar Laut Indonesia ditandai dengan peluncuran laman resmi (website) dan akun media sosial BBI–KKP oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Pasar Laut Indonesia merupakan kegiatan untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas UMKM sektor kelautan dan perikanan.

Peningkatan kompetensi dilakukan melalui fasilitasi dan bimbingan teknis peningkatan akses dan perluasan skema pembiayaan, peningkatan kualitas SDM, peningkatan nilai tambah produk, peningkatan dan perluasan jangkauan pemasaran, dan penguatan kelembagaan usaha.

Dalam rangka mempermudah proses pembinaan dan pendampingan melalui Pasar Laut Indonesia, KKP membagi UMKM dalam tiga kategori, yaitu UMKM Binaan, UMKM Bagus, dan UMKM Unggulan.

Edhy menjelaskan KKP telah menyeleksi lebih dari 800 UMKM untuk dipromosikan sebagai bagian dari program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Promosi produk akan dilakukan dengan beragam strategi pemasaran yang dinilai efektif, seperti melalui event dan media komunikasi konvensional maupun digital.

"Keberpihakan kita terhadap produk UMKM akan menumbuhkan kepercayaan diri kita sebagai bangsa yang besar, bangsa yang bangga terhadap hasil karya bangsanya sendiri," kata Edhy.

Untuk SRG Ikan, KKP bekerja sama dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEPTI), Kementerian Perdagangan, perbankan, asuransi, PT. KBI, dan BUMN Perikanan.

Sistem Resi Gudang untuk komoditi perikanan siap dilaksanakan di 15 cold storage yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia.

Dirjen PDSPKP Nilanto Perbowo menjelaskan Sistem Resi Gudang dapat menjaga ketersediaan ikan dan menjaga kestabilan harga dengan mekanisme tunda jual.

"Sistem ini diharapkan dapat membantu nelayan dan pembudi daya mendapatkan posisi tawar harga yang lebih baik dan jaminan penyerapan ikan yang dihasilkan," ujar Nilanto.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi peluncuran Pasar Laut Ikan dan Sistem Resi Gudang Ikan oleh KKP. Kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM dengan KKP akan ditingkatkan tidak hanya sebatas pada UMKM, tapi juga koperasi nelayan.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Ditjen PDSPKP dengan Platform Digital (TaniHub Group, Aruna, Gojek dan Grab). Hal itu bertujuan mengembangkan pemasaran produk perikanan UMKM berbasis online.

Sebagai instrumen pelaksanaan SRG Ikan, juga akan dilakukan penandatanganan PKS antara Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) dengan PT. Kliring Berjangka Indonesia (KBI) tentang Penggunaan Information System Warehouse Receipt (IS-Ware) dalam Sistem Resi Gudang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perikanan kkp
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top