Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investasi Mahal Jadi Alasan Penjaminan Dibutuhkan untuk Proyek PLTP

Besarnya investasi dipengaruhi oleh besarnya risiko dalam fase eksplorasi karena besarnya biaya dalam pengeboran, sedangkan hasil uap panas dari eksplorasi yang belum dapat pastikan.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 19 Agustus 2020  |  20:15 WIB
Pekerja beraktivitas di area instalasi sumur Geothermal atau panas bumi milik PT Geo Dipa Energi kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (10/10). - ANTARA/Anis Efizudin
Pekerja beraktivitas di area instalasi sumur Geothermal atau panas bumi milik PT Geo Dipa Energi kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (10/10). - ANTARA/Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Keuangan mengambil peran dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi.

Direktur m Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Kementerian Keuangan, Heri Setiawan mengatakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan tetap konsisten untuk melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur.

Adapun, proyek pembangunan pembangkit listrik energi baru dan terbarukan termasuk menjadi salah satu fokus guna memenuhi salah satu kebutuhan dasar masyarakat yaitu listrik.

Dukungan diberikan dalam bentuk penjaminan pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Dieng 2 dan Patuha 2.

Kementerian Keuangan bersama dengan special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan yaitu PT PII dan GeoDipa turut andil dalam meningkatkan pembangkit listrik energi baru terbarukan yang ramah lingkungan mengurangi emisi karbon.

"Secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan terciptanya lapangan kerja baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini," katanya pada Rabu (19/8/2020).

Dia menambahkan, dukungan dari pemerintah sangat diperlukan karena salah satu hambatan dalam pemanfaatan panas bumi untuk PLTP adalah tingginya biaya investasi.

Besarnya investasi dipengaruhi oleh besarnya risiko dalam fase eksplorasi karena besarnya biaya dalam pengeboran, sedangkan hasil uap panas dari eksplorasi yang belum dapat pastikan.

"Salah satunya melalui dukungan penjaminan pinjaman langsung yang merupakan pinjaman kepada BUMN dari lembaga keuangan internasional dengan jaminan pemerintah," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Geo Dipa Energi panas bumi penjaminan pt penjaminan infrastruktur indonesia
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top