Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemulihan Pariwisata, Asita Ingin Perketat Protokol Kesehatan

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) mengandalkan protokol kesehatan ketat sebagai upaya pemulihan sektor pariwisata.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 19 Agustus 2020  |  06:56 WIB
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di area Museum Fauna Indonesia Komodo dan Taman Reptilia di kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (18/3/2020). Pengelola TMII secara bertahap melakukan rangkaian tindakan disinfeksi di setiap lokasi wisata dan anjungan sebagai antisipasi terhadap penyebaran virus Corona (Covid-19). Bisnis - Arief Hermawan P
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di area Museum Fauna Indonesia Komodo dan Taman Reptilia di kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (18/3/2020). Pengelola TMII secara bertahap melakukan rangkaian tindakan disinfeksi di setiap lokasi wisata dan anjungan sebagai antisipasi terhadap penyebaran virus Corona (Covid-19). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku industri pariwisata di sektor perjalanan tidak dapat melakukan banyak upaya untuk mengantisipasi terganjalnya upaya perbaikan roda perekonomian di sektor tersebut akibat lonjakan kasus positif virus corona (Covid-19).

Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Budijanto Ardijansjah mengatakan pelaku usaha travelling hanya dapat menjalankan protokol kesehatan dengan ketat dan tepat dalam penyelenggaraan kegiatan pariwisata.

"Selebihnya, peran pemerintah sangat dibutuhkan saat ini," ujar Budijanto kepada Bisnis.com, Selasa (18/8/2020).

Menurutnya, pemerintah harus mampu menerapkan sanksi yang tegas kepada pihak melanggar protokol kesehatan, selain tetap mengucurkan stimulus kepada pelaku industri sektor pariwisata.

Lebih jauh, dia menilai upaya yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki perekonomian di sektor pariwisata berada di dalam situasi yang dilematis. Pasalnya, kata Budijanto, langkah perbaikan sama pentingnya dengan keharusan untuk berhati-hati dalam menghadapi ancaman Covid-19 dan resesi.

Sementara itu, lanjutnya, pemerintah dikatakan belum memiliki langkah selain standar penerapan pencegahan Covid-19. Termasuk strategi mitigasi jika angka kasus postif Covid-19 terus meroket dan mengganjal rencana perbaikan ekonomi di sektor pariwisata.

Seperti diketahui bersama, tren angka penyebaran virus corona (Covid-19) terus mengalami peningkatan sampai dengan saat ini. Hal tersebut, tentu saja dapat menjadi ganjalan bagi rencana pemerintah dalam memperbaiki perputaran roda perekonomian di sektor pariwisata.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pada Selasa (18/8/2020), jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah mencapai 141.370 dengan jumlah pasien meninggal dunia 6.207 orang.

Pemerintah sendiri dalam Rancangan Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021 menambah anggaran Kemenparekraf senilai Rp800 miliar dengan mengucurkan sekitar Rp4,9 triliun yang difokuskan untuk pemulihan kegiatan industri, pariwisata, dan investasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata asita
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top