Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Selama PSBB Transisi, Arus Lalu Lintas Melonjak di Atas 20 Persen

Demikian hasil data yang dirilis oleh Waze, platform navigasi. Data dari beberapa kota seperti Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Tangerang Selatan menunjukkan bahwa adanya pembatasan sosial yang melonggar
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  16:26 WIB
Aplikasi Waze - Istimewa
Aplikasi Waze - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Sejak Indonesia memasuki masa transisi Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) sekitar pertengahan Juni hingga Juli 2020, lalu lintas di beberapa kota melonjak hingga rata-rata 24,3 persen, khususnya di wilayah Jabodetabek.

Demikian hasil data yang dirilis oleh Waze, platform navigasi. Data dari beberapa kota seperti Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Tangerang Selatan menunjukkan bahwa adanya pembatasan sosial yang melonggar, menyebabkan pengemudi mulai kembali turun ke jalan.
Hal ini tentu saja menyebabkan terjadinya peningkatan kemacten. Misalnya, kemacetan lalu lintas di Tangerang meningkat 32,7 persen, Bekasi 22,5 persen, Jakarta 21,7 persen dan Tangerang Selatan 20,1 persen.

Angka-angka ini menunjukkan tren peningkatan lalu lintas di jalan raya dibandingkan dengan periode saat PSBB pertama kali diterapkan pada April (23/04/2020 - 23/05/2020). Peningkatan lalu lintas di kota Tangerang relatif lebih tinggi, karena dikaitkan dengan peningkatan jumlah karyawan yang pulang pergi ke ibu kota Jakarta untuk bekerja pasca pelonggaran kebijakan pembatasan.

Marlin R. Siahaan, Country Manager Waze Indonesia, mengatakan bahwa dalam aplikasi Waze, pihaknya menstimulasi pengemudi agar terus mengikuti arahan pemerintah Indonesia, bahwa saat ini masih dalam tahap transisi PSBB.

“Kita harus tetap waspada dengan mengikuti semua protokol kesehatan yang diperlukan dan mempraktikkan jarak sosial, terutama saat bepergian maupun saat bekerja di kantor,” ujarnya, Jumat (14/8/2020).

Bahkan, untuk menanggapi wabah COVID-19 di Indonesia, Waze telah menambahkan lebih dari 130 rumah sakit rujukan pada peta untuk mendukung upaya tanggap darurat.
Pengguna Waze dapat menemukan rumah sakit rujukan terdekat dengan memasukkan kata kunci, seperti "COVID", "covid", "coronavirus", "virus korona", dan "rumah sakit corona'' di kolom pencarian.
Waze juga terus mengajak pemerintah dan mitra di seluruh dunia untuk secara proaktif menyumbangkan data lokasi pusat pengujian medis dan pusat distribusi makanan darurat melalui COVID-19 Landing Page.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lalu lintas waze
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top