Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pendidikan Vokasi Dapat Hibah Pemerintah Swiss Rp131,8 Miliar

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendapatkan hibah dari pemerintah Swiss dalam pengambangan pendidikan vokasi. Hibah tersebut akan disalurkan dalam bentuk pelatihan dan perencanaan pendidikan vokasi.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  15:21 WIB
Laboratorium Praktek Bengkel Sepeda Motor.  - WAHANA
Laboratorium Praktek Bengkel Sepeda Motor. - WAHANA

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendapatkan hibah dari pemerintah Swiss dalam pengambangan pendidikan vokasi. Hibah tersebut akan disalurkan dalam bentuk pelatihan dan perencanaan pendidikan vokasi.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko Cahyanto mengatakan dana hibah tersebut akan disalurkan dalam program kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Swiss yakni Skill for Competitiveness (S4C). Eko menjelaskan kerja sama tersebut didasarkan oleh kemampuan Swiss dalam pendidikan vokasi.

"Mereka sudah 200 tahun punya konsep [pendidikan vokasi]. Di sana ada permeability, itu yang tidak kita punya di sini [dalam negeri]. Di sana, [pendidikan vokasi] betul-betul dinamis, sehingga memudahkan [sektor manufaktur]," katanya kepada Bisnis, Jumat (14/8/2020).

Eko mendata nilai hibah yang akan diberikan mencapai CHF8 juta atau setara dengan Rp131,8 miliar (JISDOR: CHF!: Rp16.479,71). Menurutnya, dana tersebut tidak akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur fisik, namun infrasturktur pendidikan seperti penyusunan kurikulum, penyesuaian kebutuhan mesin peralatan pendidikan, dan peningkatan kapabilitas pengajar vokasi.

Sebelumnya, Eko menyatakan pendidikan vokasi saat ini harus berbasis kebutuhan agar tidak menciptakan penganggurang. Dengan kata lain, skema pendidikan vokasi dewasa ini harus mengedepankan kerja sama pendidikan dengan sektor manufaktur.

Seperti diketahui, total kebutuhan kerja sektor manufaktur per tahunnya sekitar 600.00 orang, sementara itu kebutuhan tenaga kerja level operator mendominasi hingga 67,95 persen atau sekitar 420.000 orang. Walakin, Kemenperin hanya mampu menyediakan 4.500 tenaga kerja dari seluruh fasilitas pendidikannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dana hibah pendidikan kejuruan (vokasional) Pendidikan Vokasi
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top