Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jumlah Penumpang AirAsia Indonesia Susut Hampir 100 Persen!

AirAsia Indonesia mengalami penurunan jumlah penumpang hingga kuartal II/2020 sebesar 99,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu akibat pandemi.
AirAsia/Bloomberg
AirAsia/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – AirAsia Indonesia mengalami penurunan jumlah penumpang hingga kuartal II/2020 sebesar 99,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu menjadi hanya 4.059 penumpang dari sebelumnya sebanyak 1,822 juta penumpang.

Manajemen menjelaskan tingkat keterisian atau load factor juga turun drastis dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dari 82 persen menjadi 42 persen. Namun, dengan pergerakan kargo, AirAsia Indonesia tetap mengoperasikan sejumlah penerbangan sewa selama kuartal tersebut, beberapa di antaranya memiliki average stage length yang lebih jauh, yang berkontribusi pada peningkatan sebesar 3 persen.

“Meski demikian, AirAsia Indonesia kembali beroperasi pada 19 Juni dengan 5 rute. Pada akhir Juli, penjualan harian telah mencapai 5 kali lipat dari penjualan harian yang tercatat di awal Juni, terbukti menunjukkan tanda-tanda pemulihan permintaan,” tulis manajemen melalui keterangan resminya dikutip, Kamis (13/8/2020).

Komisaris Utama PT AirAsia Indonesia Tbk. Dendy Kurniawan turut memberikan pandangan atas arah bisnis pada 2020. Menurutnya, pandemi Covid-19 akan berdampak langsung terhadap bisnis.

Oleh karena itu, pada 1 April 2020, maskapai bertarif hemat tersebut telah menghentikan sementara seluruh penerbangan domestik dan internasional. Untuk itu semua langkah akan dilakukan untuk mengelola biaya secara efektif dan menyediakan solusi terbaik bagi pelanggan yang terdampak dari operasional penerbangan.

Sebagai pembanding, berdasarkan laporan keuangan yang diaudit hingga pada 31 Desember 2019, pada kuartal IV/2019, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,9 triliun, meningkat 42 persen dari periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan pendapatan yang sangat pesat ini secara umum didorong oleh pertumbuhan jumlah penumpang sebesar 30 persen dan situasi bisnis yang lebih baik.

Namun, tingkat keterisian untuk periode tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pada tahun sebelumnya sebesar 1 persen yang disebabkan oleh penambahan kapasitas kursi yang melebihi pertumbuhan penumpang. Perseroan juga menerima penambahan 1 unit pesawat dan meluncurkan 6 rute baru pada kuartal tersebut.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper