Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek Kereta Cepat Diduga Jadi Pemicu Genangan di Tol Purbaleunyi, Ini Jawaban KCIC

Peristiwa tersebut terjadi sebagai akibat curah hujan yang cukup deras, sehingga terjadi peningkatan volume air pada saat berlangsungnya pekerjaan relokasi tanggul penahan air pada kawasan tersebut.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  10:24 WIB
Aktivitas proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Bisnis - Rachman
Aktivitas proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Cepat Indonesia China menegaskan genangan air setinggi 30 cm di Tol Purbaleunyi KM130 diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi.

Corporate Secretary PT KCIC Mirza Soraya menyampaikan menyampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi sebagai akibat curah hujan yang cukup deras, sehingga terjadi peningkatan volume air pada saat berlangsungnya pekerjaan relokasi tanggul penahan air pada kawasan tersebut.

Pihaknya telah menindaklanjuti peristiwa tersebut dengan CREC selaku kontraktor Proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung, segera melakukan langkah antisipasi untuk mengembalikan kondisi normal seperti membuat bukaan.

Hal itu untuk mengurangi level air yang menggenang dan melakukan pemompaan sisa air yang terjebak di daerah cekungan di kawasan tersebut.

"Pada malam hari pukul 20.30 WIB kondisi genangan telah surut dan lalu lintas kendaraan sudah berjalan normal," jelasnya, Kamis (13/8/2020).

Pihak Kereta Cepat Jakarta – Bandung juga terus berkoordinasi dengan PT Jasamarga (Persero) Tbk dan Bina Marga untuk mengatasi genangan air tersebut.

"PT KCIC memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada pengguna jalan dan memastikan pihak kontraktor akan menyelesaikan proses pembangunan tanggul dalam pekan ini. Jasa Marga dan KCIC terus memantau dan memastikan metode kerja kontraktor sesuai dengan mengikuti standar yang berlaku," tekannya.

Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menyampaikan kejadian genangan air tidak diakibatkan tidak berfungsinya sistem drainase jalan tol, melainkan karena proyek pembangunan kereta cepat disisi jalan tol di sekitar Jalan Tol Padaleunyi Km 130, yang sedang melaksanakan pekerjaan boredpile dan pilecap.

PT Jasa Marga Tbk.melakukan penanganan titik genangan air di Jalan Tol Padaleunyi Km 130, baik arah Jakarta maupun arah Cileunyi.

Diantaranya dari total tiga lajur ke arah Cileunyi, saat ini hanya lajur 3 yang dapat dilalui oleh kendaraan besar seperti minibus dan kendaraan non golongan 1 dengan genangan setinggi 50 cm. Sedangkan untuk bahu jalan, lajur 1 dan lajur 2, tidak dapat dilalui semua golongan kendaraan.

Untuk total tiga lajur ke arah Jakarta, baik bahu jalan serta lajur 1 s.d lajur 3, seluruhnya masih dapat dilalui oleh pengguna jalan semua golongan dengan genangan setinggi 20 cm.

Selain melakukan rekayasa lalu lintas, Jasa Marga juga melakukan upaya lainnya seperti penyedotan air genangan dengan pompa serta pembuatan tanggul darurat penahan genangan air dengan menggunakan excavator.

Namun, operator jalan tol tersebut juga memastilan seluruh lajur di Jalan Tol Padaleunyi Km 130, baik arah Cileunyi dan Jakarta, telah bisa dilalui sejak pukul 20.10 WIB.

Saat ini, terpantau genangan air telah surut dan antrean kendaraan nihil. Jasa Marga memastikan seluruh lajur telah aman untuk dilalui pengguna jalan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tol purbaleunyi genangan air Kereta Cepat
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top