Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ATI : Biaya Modal Tinggi Bikin Investor Tak Masuk Proyek Infrastruktur

Salah satu kendala utama yang disoroti pelaku bisnis infrastruktur adalah sumber pendanaan proyek yang dinilai biayanya masih tinggi.
Jalan tol Balikpapan-Samarinda di Kalimantajn Timur./Jasa Marga
Jalan tol Balikpapan-Samarinda di Kalimantajn Timur./Jasa Marga

Bisnis.com, JAKARTA--Salah satu kendala utama yang disoroti pelaku bisnis infrastruktur adalah sumber pendanaan proyek yang dinilai biayanya masih tinggi.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Krist Ade Sudiyono mengaku masalah likuiditas sumber pendanaan proyek ini menjadi isu utama yang diperhatikan investor.

Pihaknya menyadari pemerintah saat ini sedang berusaha menggerojok pasar dengan menyalurkan dana sebanyak mungkin ke pasar.

"Sayangnya dengan biaya pendanaan [cost of fund] yang masih tinggi semacam saat ini, dunia usaha juga masih ragu untuk memanfaatkannya. Dan ini yang sedang terjadi. Termasuk di industri infrastruktur," ujarnya kepada Bisnis Kamis (13/8/2020).

Dia mengibaratkan kondisi saat ini seperti orang yang sedang bergelut mencari likuiditas, dan tanpa disadari sebenarnya sedang duduk di tumpukan uang. Menurutnya stimulus fiskal maupun moneter adalah bagian dari upaya ini.

Kini pihaknya masih terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan, untuk dukungan dan realisasi stimulus yang diajukan oleh Asosiasi Jalal Tol Indonesia beberapa waktu yang lalu.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arif Gunawan
Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper