Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ATI : Biaya Modal Tinggi Bikin Investor Tak Masuk Proyek Infrastruktur

Salah satu kendala utama yang disoroti pelaku bisnis infrastruktur adalah sumber pendanaan proyek yang dinilai biayanya masih tinggi.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  17:57 WIB
Jalan tol Balikpapan-Samarinda di Kalimantajn Timur. - Jasa Marga
Jalan tol Balikpapan-Samarinda di Kalimantajn Timur. - Jasa Marga

Bisnis.com, JAKARTA--Salah satu kendala utama yang disoroti pelaku bisnis infrastruktur adalah sumber pendanaan proyek yang dinilai biayanya masih tinggi.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Krist Ade Sudiyono mengaku masalah likuiditas sumber pendanaan proyek ini menjadi isu utama yang diperhatikan investor.

Pihaknya menyadari pemerintah saat ini sedang berusaha menggerojok pasar dengan menyalurkan dana sebanyak mungkin ke pasar.

"Sayangnya dengan biaya pendanaan [cost of fund] yang masih tinggi semacam saat ini, dunia usaha juga masih ragu untuk memanfaatkannya. Dan ini yang sedang terjadi. Termasuk di industri infrastruktur," ujarnya kepada Bisnis Kamis (13/8/2020).

Dia mengibaratkan kondisi saat ini seperti orang yang sedang bergelut mencari likuiditas, dan tanpa disadari sebenarnya sedang duduk di tumpukan uang. Menurutnya stimulus fiskal maupun moneter adalah bagian dari upaya ini.

Kini pihaknya masih terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan, untuk dukungan dan realisasi stimulus yang diajukan oleh Asosiasi Jalal Tol Indonesia beberapa waktu yang lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi asosiasi jalan tol proyek jalan tol
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top