Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi Berniat Gabungkan BUMN Pariwisata dan Penerbangan, Berikut Alasannya

Kemungkinan penggabungan BUMN penerbangan dan pariwisata, sehingga arahnya menjadi semakin kelihatan sehingga next pandemic, fondasi ekonomi di sektor pariwisata dan transportasi akan semakin kokoh.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  10:39 WIB
Presiden Joko Widodo. - www.covid19.go.id
Presiden Joko Widodo. - www.covid19.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyoroti penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Namun, hal ini menjadi momentum bagi pemerintah memperbaiki sektor pariwisata dan penerbangan, satu di antaranya dengan membuka kemungkinan penggabungan BUMN penerbangan dan pariwisata.

Jokowi  yakin strategi tersebut akan membuat sektor pariwisata nasional makin kuat saat pandemi Covid-19 berakhir.

“Kemungkinan juga penggabungan BUMN penerbangan dan pariwisata, sehingga arahnya menjadi semakin kelihatan sehingga next pandemic , fondasi ekonomi di sektor pariwisata dan transportasi akan semakin kokoh dan semakin baik dan bisa berlari lebih cepat lagi,” kata Jokowi membuka rapat terbatas penggabungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor aviasi dan pariwisata di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Terkait hal itu, ada tiga hal yang perlu dilakukan, yakni pertama mengevaluasi airline hub. Menurut Presiden 30 bandara internasional yang dimiliki Indonesia saat ini terlalu banyak.

Dia melanjutkan bahwa negara-negara lain tidak seperti itu. “Dan 9% lalu lintas terpusat hanya di 4 bandara artinya kuncinya ada di 4 bandara ini di Soekarno-Hatta di Jakarta, Ngurah Rai di Bali, Juanda di Jawa Timur, dan Kualanamu di Sumatera Utara,” ujar Presiden.

Selain itu, Jokowi mengajak jajarannya untuk berani menentukan bandara yang berpotensi menjadi internasional hub dengan pembagian fungsi sesuai letak geografis dan karakteristik wilayah.

Saat ini, menurut Presiden, ada 8 bandara internasional yang berpotensi menjadi hub dan superhub, yakni Ngurah Rai, Soekarno-Hatta, Kuala Namu, Yogyakarta, Balikpapan, Hasanuddin, Sam Ratulangi, dan Juanda.

Terakhir, Jokowi menyampaikan bahwa untuk membuat sebuah lompatan pada sektor pariwisata, Indonesia memerlukan ekosistem pendukung yang terintegrasi dari hulu hingga ke hilir. Seharusnya manajemen penerbangan, bandara, hotel, hingga industri kreatif lokal terintegrasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi pariwisata BUMN covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top