Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ganjil Genap, Layanan Transportasi Jadi Urgensi

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno menjelaskan bahwa guna memenuhi mobilitas warga dan target Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ), perlu diciptakan tiga bentuk layanan transportasi umum.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  02:11 WIB
Peta jalan yang menerapkan ganjil genap per 3 Agustus 2020 - Dok. Dishub DKI jakarta
Peta jalan yang menerapkan ganjil genap per 3 Agustus 2020 - Dok. Dishub DKI jakarta

Bisnis.com, JAKARTA — Upaya penambahan layanan transportasi umum dengan menambah operasi bus regional (JR Connexion) saat kebijakan ganjil genap diterapkan pada Senin, 3 Agustus 2020 menjadi sebuah urgensi.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno menjelaskan bahwa guna memenuhi mobilitas warga dan target Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ), perlu diciptakan tiga bentuk layanan transportasi umum.

“Pertama, KRL lebih diprioritaskan kelompok berpenghasilan UMK [upah minimum kota/kabupaten] dan milenial muda berpendapatan kurang dari Rp 10 juta per bulan. Kemudian ada layanan Bus Jabodetabek Residential Connexion yang melayani semua kawasan perumahan dengan tarif subsidi dan tanpa subsidi, ujarnya lewat rilisnya, Minggu, (2/8).

Kedua, dia mengatakan bahwa layanan Bus Jabodetabek Residential Connexion bersubsidi dapat diberikan bagi Kawasan perumahan kelas menengah dengan tarif kisaran (Rp10.000 - Rp15.000).

“Dan ketiga, layanan Bus Jabodetabek Residential Connexion tanpa subsidi diberikan pada perumahan kelas menengah ke atas dengan tarif kisaran Rp20.000– Rp25.000,” ucapnya.

Menurutnya, operasional KRL di akhir pekan dan hari libur tidak perlu mendapat subsidi. Adapun, dia mengatakan bahwa anggaran subsidi dapat dialihkan ke sebagian operasional JR Connexion.

Untuk diketahui, pengoperasian layanan JR Connexion merupakan bagian dari program Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dalam

meningkatkan moda pembagian angkutan umum massal sebagaimana tertuang dalam RITJ.

Adapun sesuai target RITJ, salah satu Indikator Kinerja Utama BPTJ adalah pencapaian moda share angkutan umum massal sebesar 60% pada tahun 2029. Guna mencapai target tersebut, layanan Bus Jabodetabek Residential Connexion (JR Conn) dengan rute point to point menjadi salah satu bentuk inovasi untuk melayani penumpang dari kantong-kantong demand seperti permukiman menuju pusat perkotaan.

“Alangkah lebih bermakna jika layanan Bus JR Connexion dilengkapi dengan fasilitas tempat sepeda di dalam bus. Dari rumah menggunakan sepeda menuju halte bus. Sepeda dinaikkan ke dalam bus. Setiba di tujuan, sepeda diturunkan dan kembali dikayuh menuju tempat bekerja,” ujarnya

Dia menyarankan bahwa Pemda Bodetabek perlu mendukung adanya layanan Bus JR Connexion di wilayahnya.

“Bahkan, pemda berupaya untuk mendapatkan bantuan Program Pembelian Layanan (Buy the Service/BTS) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan untuk merevitalisasi layanan angkot di daerahnya. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek dapat menyelenggarakan program Buy the Service untuk pemda di wilayah Bodetabek,” ungkapnya.

Menurutnya, angkot yang beroperasi sekarang sudah tidak layak digunakan warga di masa pandemi dan akan semakin membikin pengusaha angkutan umum di daerah terpuruk.

“Dengan Program BTS, pengusaha angkutan umum di daerah dapat bangkit kembali. Pengemudi sudah tidak dipusingkan dengan sistem setoran. Pengemudi mendapat gaji tetap bulanan, tanpa dipengaruhi jumlah penumpang yang diangkut,” ungkapnya.

Dia juga meminta DKI Jakarta dan Bodetabek dapat terus meningkatkan fasilitas pesepeda di semua jaringan jalan untuk digunakan perjalanan jarak pendek.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pemprov DKI ganjil genap
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top