Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hari Ini Wisata Bali Dibuka, Lion Air Layani Rapid Test di Bandara

Lion Air Group menyediakan fasilitas rapid test di Terminal Keberangkatan Bandara I Gusti Ngurah Rai, seiring dengan pembukaan kembali sektor wisata di Bali.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 31 Juli 2020  |  14:27 WIB
Penumpang melintas di dekat layar informasi penerbangan di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (4/2/2020). - ANTARA / Fikri Yusuf
Penumpang melintas di dekat layar informasi penerbangan di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (4/2/2020). - ANTARA / Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA - Lion Air Group menambah lokasi layanan rapid test Covid-19 di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai seiring dengan pembukaan kembali sektor pariwisata di Provinsi Bali mulai hari ini.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan kehadiran layanan terbaru di Bali merupakan kelanjutan pengembangan dari kerja sama Lion Air Group dengan fasilitas kesehatan (faskes).

"Para calon penumpang dapat melakukan rapid test Covid-19 di Klinik Pedungan Medika, area drop zone Terminal Keberangkatan Internasional I Gusti Ngurah Rai," kata Danang dalam siaran pers, Jumat (31/7/2020).

Dia menuturkan maskapai telah menempatkan lima layanan rapid test dengan empat di antaranya berada di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang (CGK), Bandara Sultan Hasanudin Maros, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang (SRG), dan Bandara Yogyakarta Kulonprogo (YIA).

Pihaknya mengklaim hingga saat ini layanan serupa telah tersebar di 72 jaringan yang menjangkau sejumlah kota di Indonesia.

Danang menjelaskan penyelenggaraan rapid test Covid-19 tetap berjalan sebagaimana ketentuan protokol kesehatan, sesuai apa yang telah dijalankan oleh Lion Air Group, terjangkau dengan masa berlaku selama 14 hari. Setiap penumpang akan memperoleh surat keterangan hasil uji kesehatan sebagai salah satu kelengkapan dokumen penerbangan sesuai ketentuan.

Sebelumnya, Gubernur Bali I Wayan Koster berencana untuk membuka aktivitas pariwisata pada 31 Juli 2020. Namun, masih terbatas untuk wisatawan nusantara (wisnus).

Pihaknya telah membentuk dua tim yang masing-masing berfokus pada penanganan, serta percepatan pemulihan ekonomi atas dampak dari Covid-19. Saat ini situasi sudah mulai kondusif, karena itu upaya untuk percepatan pemulihan ekonomi akan segera dilakukan.

Selanjutnya untuk tahap ketiga, direncanakan akan dilakukan pada 11 September 2020 dengan membuka sektor pariwisata secara penuh dan sudah mulai membuka untuk kunjungan wisatawan mancanegara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pariwisata lion air
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top