Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IPO Anak Usaha Bakal Kurangi Program Pelayanan Publik, Ini Jawaban Pertamina

Rencana IPO tidak akan diterapkan di level Pertamina, namun di anak perusahaan yang bersifat operasional.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  21:13 WIB
Petugas SPBU Pertamina menggunakan masker dan sarunga tangan saat melayani konsumen. - Istimewa / Pertamina
Petugas SPBU Pertamina menggunakan masker dan sarunga tangan saat melayani konsumen. - Istimewa / Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi Nasdem Rico Sia khawatir rencana penawaran saham perdana (IPO) anak usaha Pertamina membuat program yang berorientasi kesejahteraan sosial berkurang dan menjadi berorientasi pada pencapaian laba sebesar-besarnya.

Rico Sia mengatakan motivasi investor swasta membeli saham sebuah perusahaan adalah keuntungan sebesar-besarnya. Pihaknya khawatir, motivasi itu bertentangan dengan semangat kebijakan BBM satu harga yang lebih berorientasi kepada kesejahteraan sosial dan keadilan energi.

Menurutnya, saat masa reses beberapa waktu lalu, ia banyak sekali menerima keluhan dan kekhawatiran dari tokoh-tokoh masyarakat Papua Barat terkait rencana penjualan sejumlah anak perusahaan Pertamina. Papua Barat adalah daerah pemilihan Rico saat Pemilu 2019 lalu.

“Mereka sangat cemas, Pertamina tidak lagi berpihak kepada kondisi masyarakat luas, melainkan kepentingan investor swasta. Dan saya berjanji akan menyampaikan hal tersebut ke Komisi VII DPR RI yang membidangi masalah energi,” katanya, dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2020)

Rico menambahkan, kebijakan BBM Satu Harga sangat meringankan beban ekonomi jutaan masyarakat di wilayah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (3T), terutama Indonesia bagian Timur. Kebijakan itu juga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi setempat.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) memastikan tetap berkomitmen dan konsisten fokus melayani masyarakat, termasuk kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas hingga seluruh pelosok negeri.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan pasca restrukturisasi perusahaan yang dilaksanakan sejak Juni 2020, Pertamina berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat dan memberikan manfaat lebih besar kepada seluruh pihak yang berkepentingan.

“Pertamina pastikan dengan restrukturisasi ini pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik, karena akan semakin fokus dalam menjalankan service and operation excellence. Penugasan ini termasuk penyediaan dan penyaluran BBM PSO maupun implementasi BBM Satu Harga,”ucapnya.

Menurut Fajriyah, IPO yang rencananya dilakukan pada subholding ataupun anak perusahaan merupakan salah satu alternatif cara Pertamina Group mendapatkan pendanaan untuk pengembangan usaha ke depan, selain mekanisme lain seperti partnership maupun pendanaan obligasi dan perbankan.

Rencana IPO pun tidak akan diterapkan di level Pertamina, namun di anak perusahaan yang bersifat operasional. Penugasan-penugasan dari Pemerintah akan tetap menjadi tanggung jawab Pertamina dan Pertamina akan terus berkomitmen menjalankannya melalui fungsi di internal Pertamina maupun secara operasional di subholding dan anak perusahaan.

"IPO adalah salah satu alternatif cara mendapatkan pendanaan untuk pengembangan usaha dan tidak akan mempengaruhi kinerja penugasan Pemerintah kepada Pertamina," tegasnya.

Sepanjang 2017 - 2019, Pertamina telah berhasil menyalurkan BBM di 161 titik BBM Satu Harga di seluruh Indonesia.

Untuk tahun ini, lembaga penyalur BBM 1 harga akan bertambah dengan target 83 titik. Per Juli 2020, pelaksanaan BBM Satu Harga dengan  progress 77 persen sedang dalam proses pembangunan dan15 persen dalam proses perizinan.

"Bahkan pada akhir bulan Juli ini, dijadwalkan akan ada penambahan 5 titik BBM 1 Harga yang akan beroperasi yaitu di Nias Barat – Sumut , Dompu NTB, Tojo Una-Una – Sulteng, Angkinang – Kalsel, dan Seram Bagian Timur – Maluku", jelas Fajriyah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bbm satu harga
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top