Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KABAR PASAR: Modal Pulihkan Ekonomi, Pengawasan BPD Harus Ketat

Berita mengenai modal untuk memulihkan ekonomi nasional dan penempatan uang negara, antara lain, menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Selasa (28/7/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  07:37 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat mengikuti rapat kerja antara Komisi XI DPR RI dengan pemerintah di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat mengikuti rapat kerja antara Komisi XI DPR RI dengan pemerintah di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai modal untuk memulihkan ekonomi nasional dan penempatan uang negara, antara lain, menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Selasa (28/7/2020).

Berikut beberapa perincian topik utamanya:

Modal Pulihkan Ekonomi. Penyaluran dana negara ke tujuh bank pembangunan daerah (BPD) sebesar Rp11,5 triliun menjadi modal untuk menggairahkan kembali ekonomi nasional yang tertekan akibat pandemi Covid-19.

Disiplin Jaga Kualitas Arus Kas. Pada masa pandemi Covid-19, kondisi industri asuransi jiwa dinilai masih kondusif dan memiliki napas yang panjang sejalan dengan upaya menjaga kualitas arus kas. Dengan begitu, pelayanan dan pembayaran klaim diyakini tidak akan terganggu.

IKM Tekstil Jadi Andalan. Kelompok industri kecil dan menengah (IKM) tekstil dan produk tekstil dinilai relatif lebih tangguh menghadapi tekanan pandemi Covid-19 karena berpotensi menangkap peluang pasar.

PT KAI Gandakan Angkatan Batu Bara. PT Kereta Api Indonesia memproyeksikan bisa melipatgandakan pengangkutan batu bara menjadi 105 juta ton pada 5 tahun mendatang, seiring dengan rencana perpanjangan kontrak kerja sama dengan PT Bukit Asam Tbk.

Serapan Pekerja Asing Disoal. Penyerapan tenaga kerja asing dalam proyek strategis nasional (PSN) dinilai masih menimbulkan persoalan mengingat masih banyak pekerja asing yang tidak memenuhi aturan ketenagakerjaan.

Eropa Bisa Salip AS. Pemulihan ekonomi Uni Eropa diperkirakan lebih cepat ketimbang Amerika Serikat karena respons penanganan pandemi virus corona yang lebih cekatan di Benua Biru.

Hindari 'Penumpang Gelap'. Upaya pemerintah pusat menyalurkan insentif ke pemerintah daerah guna menumbuhkan perekonomian lokal di tengah pandemi Covid-19 akan terus dikawal oleh komisi antirasuah agar tidak terjadi tindak penyimpangan.

Rehabilitasi Ekonomi Gontai. Komite Penanganan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Penanganan Covid-19 perlu berimprovisasi untuk menggenjot penyerapan anggaran penanganan virus corona yang sejauh ini masih rendah. Jika tidak, implementasi program pemulihan ekonomi makin lambat.

Pengawasan BPD Harus Ketat. Keputusan pemerintah untuk menempatkan uang negara pada tujuh bank pembangunan daerah (BPD) dapat memacu perekonomian di daerah, tetapi juga menjadi kontraproduktif. Oleh karena itu, upaya pengawasan perlu diperketat.

Babak Lanjutan Koalisi 'Nasi Goreng'. Pada Pilkada serentak Desember 2020, Partai Gerindra yang dipimpin Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengikat paling banyak koalisi dengan Partai PDI Perjuangan yang dipimpin Megawati Soekarnoputri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi bpd pemulihan ekonomi
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top