Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sektor Properti Diprediksi Pulih Mulai Kuartal III dan IV

Hingga akhir tahun ini, penjualan properti bakal anjlok 50 persen karena kondisi penjualan properti kuartal II melempem.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  17:54 WIB
Pengunjung mencari informasi pada pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2020 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020). Bisnis - Himawan L. Nugraha
Pengunjung mencari informasi pada pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2020 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020). Bisnis - Himawan L. Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Kondisi sektor properti perlahan-lahan akan mulai pulih pada kuartal III dan kuartal IV tahun ini.

Founder Panangian School of Property Panangian Simanungkalit mengatakan bahwa hingga akhir tahun penjualan properti bakal ada penurunan sebesar 50 persen. Hal itu dikarenakan kondisi penjualan properti kuartal II yang melempem.

"Full year akan ada penurunan 50 persen. Pada kuartal III dan IV akan bergerak sektor properti seiring pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan tren positif,” ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Selasa (28/7/2020).

Saat ini, katanya, yang menjadi isu yakni sampai kapan pandemi ini berlangsung. “Ini tidak bisa diprediksi. Indonesia ini dinamis, pengembang terus bertahan melakukan berbagai upaya agar tumbuh positif."

Dia menuturkan bahwa kondisi saat ini berbeda dengan kondisi Indonesia tahun 1998 ketika banyak pengembang properti yang menyatakan kebangkrutan.

Saat ini, para pengembang properti tengah berjuang dengan sejumlah cara agar tidak bangkrut dengan mengeluarkan bond dan lain sebagainya.

Terlebih lagi, Bank Indonesia telah menurunkan suku bunganya sebanyak dua kali sehingga menjadi suatu hal yang positif.

Kendati begitu, Panangian mengimbau agar para pengembang properti dapat beradaptasi dengan era kenormalan baru saat ini.

Adanya jaga jarak fisik membuat orang-orang saat ini tidak bisa lagi berhubungan tanpa melalui daring atau virtual.

Oleh karena itu, pengembang mesti mengubah cara lama dari pameran dan mengundang orang secara fisik dengan melakukannya secara virtual.

"Enggak bisa lagi sekarang pameran dan ngajak show unit secara langsung selama pandemi ini sebelum vaksin ditemukan. Untuk mendekatkan diri ke konsumen, satu-satunya cara ya, teknologi, pemasaran dengan teknologi virtual marketing," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penjualan properti Virus Corona
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top