Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pak Jokowi, 400-an Desa Masih Gelap Gulita Nih! Mayoritas ada di Papua

Kementerian ESDM menyebutkan desa belum berlistrik itu tersebar di Papua (324 desa), Papua Barat (103 desa), Maluku (1 desa), NTT (5 desa), dengan indikasi jumlah pelanggan mencapai kurang lebih 49.755 rumah tangga.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  16:00 WIB
Masyarakat Kabupaten Puncak Jaya dan Paniai di Provinsi Papua mendapatkan bantuan 47.000 Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), Maret 2019. Istimewa - Kementerian ESDM
Masyarakat Kabupaten Puncak Jaya dan Paniai di Provinsi Papua mendapatkan bantuan 47.000 Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), Maret 2019. Istimewa - Kementerian ESDM

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebanyak 433 desa di wilayah Indonesia bagian timur sama sekali belum mendapatkan aliran listrik.

Kasubdit Pengembangan Listrik Perdesaan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Budianto Hari Purnomo mengatakan, desa belum berlistrik itu tersebar di Papua (324 desa), Papua Barat (103 desa), Maluku (1 desa), NTT (5 desa), dengan indikasi jumlah pelanggan mencapai kurang lebih 49.755 rumah tangga.

Kebutuhan listrik itu akan dipenuhi dengan sejumlah pilihan strategi, seperti perluasan jaringan listrik, pembangunan minigrid PLTS komunal dan PLTD hybrid, dan distribusi tabung listrik (talis) dengan sumber stasiun pengisian energi listrik (SPEL).

"Untuk tahun ini PLN akan melistriki 52 desa melalui perluasan jaringan. Sebanyak 24 desa diantaranya telah menyala, 24 desa dalam tahap kontruksi, dan 4 desa dalam tahap pengadaan," katanya dalam webinar 'Beyond 100%: Mendorong Penyediaan Akses Energi Berkelanjutan dan Berkualitas di Indonesia', Selasa (28/7/2020).

Selanjutnya, sebanyak 75 desa akan dilistriki dengan pembangunan minigrid yang saat ini dalam proses pengadaan. Kemudian 306 desa akan dilistriki dengan pengadaan talis dan SPEL yang juga masih dalam proses pengadaan.

Adapun talis ini merupakan alat penyimpanan energi yang mirip seperti powerbank dan dapat diisi ulang di SPEL. Talis dapat digunakan untuk kebutuhan penerangan hingga menyalakan televisi. Sedangkan pasokan listrik SPEL berasal dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT), seperti PLTS, PLTBm, PLT Bayu, dan PLTPH.

Pengguna talis akan tercatat sebagai pelanggan PLN golongan 450 VA bersubsidi.

"Rencana melistriki daerah remote ini dengan menarik jaringan itu investasinya sangat mahal, maka dibutuhkan dengan penggunaan tabung listrik. Ini usianya minimal 10-15 tahun sambil menunggu jaringan yang ada," katanya.

Hingga April 2020 rasio desa berlistrik telah mencapai 99,48 persen. Pemerintah menargetkan rasio desa berlistrik dapat mencapai 100 persen pada tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur PLN listrik
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top