Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemensos Bantu Modal Pelaku Usaha Mikro Rp5 Miliar

Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengatakan Bantuan Stimulan Insentif Modal Usaha (BSIMU) senilai Rp5 miliar disalurkan kepada 10.000 Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) Graduasi yang tengah membangun atau merintis usaha.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 25 Juli 2020  |  11:25 WIB
Menteri Sosial Juliari Batubara mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2020). Rapat kerja tersebut membahas pembicaraan pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2021, RKP 2021 dan evaluasi kinerja Kemensos tahun 2020. ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari
Menteri Sosial Juliari Batubara mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2020). Rapat kerja tersebut membahas pembicaraan pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2021, RKP 2021 dan evaluasi kinerja Kemensos tahun 2020. ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Sosial melakukan penguatan usaha mikro pada periode pandemi Covid-19 dengan membantu pelaku usaha mikro senilai Rp5 miliar kepada 10.000 keluarga. Program kewirausahan itu diarahkan menjadi jangkar pemberdayaan sosial.

Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengatakan Bantuan Stimulan Insentif Modal Usaha (BSIMU) senilai Rp5 miliar disalurkan kepada 10.000 Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) Graduasi yang tengah membangun atau merintis usaha.

"Program kewirausahaan ini memang merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan para KPM PKH Graduasi yang memiliki rintisan usaha," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (25/7/2020). 

Pada masa pandemi Covid-19, bantuan stimulan kewirausahaan sosial diberikan senilai Rp500.000/KPM untuk membantu menyangga usaha mikro yang baru saja dirintis agar tetap bisa bertahan di tengah tekanan ekonomi.

Nantinya, KPM PKH Graduasi yang terseleksi akan menerima pendampingan dan bantuan sosial insentif modal usaha sebesar Rp3,5 juta/KPM untuk lebih mengembangkan usahanya.

Juliari menegaskan Kemensos harus bisa memberdayakan masyarakat yang mendapat bantuan sosial sehingga tidak hanya mengandalkan bantuan terus-menerus. Untuk itu, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial harus memiliki target karena setiap program harus mempunyai target supaya terukur tingkat keberhasilannya.

Edi Suharto, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial menjelaskan, program kewirausahaan sosial dirancang sesuai dengan integrated and sustainable program supaya bisa berkesinambungan dengan Program Keluarga Harapan.

Program Kewirausahaan Sosial ini ini menerapkan 3 model yakni model pembibitan bagi penerima yang memiliki potensi usaha, model mentoring bagi penerima yang memiliki usaha berkembang, dan model inkubasi bagi penerima yang memiliki usaha yang sudah maju.

Selain menyalurkan BSIMU, Kemensos juga menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek). Bimtek diiikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri dari Koordinator PKH, Koordinator TKSK dan perwakilan KPM PKH Graduasi.

“Bimbingan teknis ini memang merupakan bentuk penguatan usaha-usaha mikro dengan memberikan edukasi bagi mereka untuk bisa mengembangkan usahanya,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

usaha mikro menteri sosial kemensos covid-19
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top