Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Freeport Sebut Tambang Bawah Tanah Kinerjanya Meningkat

President & CEO Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson mengatakan bahwa kegiatan peningkatan produksi penambangan bawah tanah Grasberg Block Cave dan Deep Level Level Zone (DMLZ) menunjukkan kemajuan positif di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  17:07 WIB
Suasana tambang bawah tanah. - Bloomberg / Nicolo Filippo Rosso
Suasana tambang bawah tanah. - Bloomberg / Nicolo Filippo Rosso

Bisnis.com, JAKARTA - Produksi rerata harian bijih tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia pada kuartal II/2020 meningkat 46 persen dibandingkan kuartal pertama tahun ini.

President & CEO Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson mengatakan bahwa kegiatan peningkatan produksi penambangan bawah tanah Grasberg Block Cave dan Deep Level Level Zone (DMLZ) menunjukkan kemajuan positif di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Berdasarkan laporan keuangan dan operasi kuartal II/2020 Freeport-McMoRan Inc., induk usaha Freeport Indonesia, kapasitas produksi bijih di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave dan DMLZ mencapai 54.800 metric ton per hari sepanjang kuartal kedua tahun ini. Realisasi ini di atas 9 persen dari proyeksi dan naik 46 persen dibandingkan kuartal I/2020.

"Ini di atas perkiraan kami dan hampir 50 persen di atas kuartal pertama tahun ini. Pada akhir Juni 2020, kami memproduksi 70.000 ton bijih per hari yang mengandung kadar tembaga dan emas tinggi. Kami berharap di akhir 2020 produksi mencapai 95.000 ton per hari," ujar Richard dalam conference call Kamis (23/7/2020) malam.

Sepanjang kuartal kedua tahun ini, Freeport Indonesia menambah 46 drawbell baru di tambang bawah tanah sehingga total drawbell yang dibuka sampai saat ini mencapai 261 drawbell. Richard menuturkan bahwa pihaknya akan terus menambah drawbell baru untuk meningkatkan produksi.

Freeport Indonesia menargetkan produksi tembaga dan emas pada 2021 dapat meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun ini. Produksi tembaga tahun depan ditargetkan dapat mencapai 1,4 miliar pon, sementara emas mencapai 1,4 juta ons.

Usai pengembangan tambang bawah tanah rampung, nantinya diharapkan rerata produksi tahunan Freeport Indonesia untuk beberapa tahun ke depan dapat mencapai 1,55 miliar pon tembaga dan 1,6 juta ons emas.

"Ini tiga kali lipat dari yang kami capai setahun lalu. Kami memperkirakan di kuartal keempat tahun ini rerata kapasitas produksi akan mencapai 70 persen dari target kapasitas produksi tahunan dan akan mencapai 90 persen pada akhir 2021," kata Richard.

Adapun sepanjang tahun ini perusahaan telah beralih sepenuhnya pada kegiatan produksi tambang bawah tanahnya seiring berhentinya operasi tambang terbuka tahun lalu. Modal tahunan Freeport Indonesia untuk proyek pengembangan bawah tanah ini diperkirakan mencapai sekitar US$900 juta per tahun untuk periode 2020 hingga 2022.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertambangan Freeport Virus Corona
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top