Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Semester I/2020, Produksi Emas dan Tembaga Freeport Indonesia Tumbuh Positif

Berdasarkan laporan keuangan dan operasi kuartal II/2020 Freeport-McMoRan Inc., induk usaha Freeport Indonesia, tembaga yang dihasilkan Freeport Indonesia mencapai 321 juta pon sepanjang semester pertama tahun ini.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  15:16 WIB
Truk diparkir di tambang terbuka tambang tembaga dan emas Grasberg di dekat Timika, Papua, pada 19 September 2015. - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Truk diparkir di tambang terbuka tambang tembaga dan emas Grasberg di dekat Timika, Papua, pada 19 September 2015. - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Sepanjang semester I/2020, PT Freeport Indonesia mencetak kenaikan produksi emas dan tembaga yang positif di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Berdasarkan laporan keuangan dan operasi kuartal II/2020 Freeport-McMoRan Inc., induk usaha Freeport Indonesia, tembaga yang dihasilkan Freeport Indonesia mencapai 321 juta pon sepanjang semester pertama tahun ini.

Realisasi tersebut naik 18,88 persen dibandingkan realisasi produksi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 270 juta pon.

Namun tak sejalan dengan kenaikan produksi, penjualan tembaga Freeport Indonesia justru mengalami penurunan.
Pada 6 bulan pertama tahun ini, penjualan tembaga Freeport Indonesia mencapai 299 juta pon atau turun 8 persen dibandingkan dengan penjualan pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 325 juta pon.

Harga jual rata-ratanya pun mengalami penurunan dari US$2,77 per pon menjadi US$2,54 per pon.

Sementara itu, produksi emas perusahaan yang beroperasi di Papua itu sepanjang Januari-Juni 2020 mencapai 341.000 ons. Capaian ini naik 7,9 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu, yakni 316.000 ons.

Sama halnya dengan tembaga, penjualan komoditas emas juga tercatat menurun. Pada paruh pertama tahun ini, Freeport Indonesia (PTFI) membukukan penjualan emas sebanyak 319.000 ons atau turun 24 persen dibandingkan paruh pertama tahun lalu yang mencapai 420.000 ons.

Namun harga jual rata-rata emasnya mengalami kenaikan, yakni mencapai US$1.709 per ons. Harga jual tersebut lebih tinggi dari rata-rata harga jual pada periode yang sama tahun lalu senilai US$1.314 per ons.

"Penjualan emas konsolidasi PTFI sebesar 180 ribu ons pada kuartal kedua 2020 lebih rendah dari penjualan emas konsolidasi kuartal kedua 2019 sebesar 185 ribu ons, terutama mencerminkan waktu pengiriman," ujar President & CEO Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson dalam laporannya, Jumat (24/7/2020).

Freeport-McMoRan menargetkan penjualan tembaga Freeport Indonesia sepanjang tahun ini mencapai 770 juta pon, sementara penjualan emas diharapkan dapat mencapai 800.000 ons.

"PTFI terus meningkatkan produksi bijih tambang bawah tanahnya, produksi diperkirakan akan meningkat secara signifikan pada 2021," kata Richard.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertambangan Freeport
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top