Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPPSPAM Dibubarkan, Tugasnya Berpindah ke Sini

Setelah BPPSPAM dibubarkan, pelaksanaan program kerja pengembangan dan pembangunan SPAM yang telah direncanakan, bakal terus berjalan.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  17:50 WIB
SPAM Deli Serdang merupakan proyek SPAM yang direncanakan mempunyai kapasitas 240 liter per detik untuk melayani 7 (tujuh) Desa di Kecamatan Percut Sei Tuan dan 3 (tiga) Desa di Kecamatan Batang Kuis. /Kementerian PU
SPAM Deli Serdang merupakan proyek SPAM yang direncanakan mempunyai kapasitas 240 liter per detik untuk melayani 7 (tujuh) Desa di Kecamatan Percut Sei Tuan dan 3 (tiga) Desa di Kecamatan Batang Kuis. /Kementerian PU

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo membubarkan 18 lembaga berbentuk tim kerja, badan, serta komite yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 .

Ketika menindaklanjuti keputusan Presiden tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyikapinya dengan memindahkan tugas badan tersebut ke direktorat jenderal terkait.

Kebijakan Presiden Jokowi ini termuat dalam Pasal 19 Peraturan Presiden RI Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang ditandatanganinya pada 20 Juli 2020.

Di antara 18 lembaga tersebut, terdapat dua lembaga terkait pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM), yaitu Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) serta Tim Koordinasi Pemantauan dan Evaluasi atas Pemberian Jaminan dan Subsidi Bunga kepada PDAM dalam Rangka Percepatan Penyediaan Air Minum.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja menjelaskan bahwa pihaknya tunduk dengan keputusan yang telah dikeluarkan Presiden.

"Kementerian PUPR tunduk dan taat atas keluarnya Perpres No. 82/2020 dan siap melaksanakan amanat Presiden tersebut," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (21/7/2020).

Menurutnya, setelah BPPSPAM dibubarkan, pelaksanaan program kerja pengembangan dan pembangunan SPAM yang telah direncanakan, bakal terus berjalan.

Misalnya, fungsi pengembangan investasi melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), seperti SPAM regional tetap berjalan di bawah Ditjen Pembiayaan Infrastruktur.

Sementara itu, untuk lingkup pembinaan teknis PDAM tingkat provinsi, kabupaten, dan kotamadya akan berada dibawah Ditjen Cipta Karya.

"Untuk pembinaan teknis air minum di PDAM, misalnya, capacity building penanganan kebocoran, peningkatan sambungan rumah tangga, atau penambahan jaringan erpipaan, akan terus berjalan," ujar Endra.

Berdasarkan catatan Bisnis, BPPSPAM dibentuk pada 2016 yang ditetapkan melalui Perpres No. 90/2016 tentang Pembentukan Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum.

Perpres ini adalah aturan turunan dan amanat dari ketentuan Pasal 37 ayat 21 Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

air minum bppspam
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top